Jokowi: Indonesia Termasuk Negara Pertama di Asia Tenggara yang Memulai Vaksinasi Januari

Kompas.com - 23/02/2021, 14:52 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Penyuntikan dosis kedua vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut sebagai lanjutan vaksinasi tahap pertama 13 Januari 2021 . ANTARA FOTO/HO/SETPRES/MUCHLIS JPresiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Penyuntikan dosis kedua vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut sebagai lanjutan vaksinasi tahap pertama 13 Januari 2021 .

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut, proses diplomasi pengadaan vaksin Covid-19 telah dimulai pemerintah sejak awal pandemi virus corona.

Hasilnya, Indonesia termasuk negara pertama di Asia Tenggara yang berhasil menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 di awal tahun.

"Indonesia adalah termasuk negara pertama di Asia Tenggara yang telah memulai vaksinasi sejak Januari 2021," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Jokowi: Indonesia Beruntung Telah Amankan Pasokan Vaksin Covid-19

Jokowi menyebut, saat ini negara-negara di dunia berpacu untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Indonesia beruntung karena berhasil mengamankan akses dan pasokan vaksin sejak awal pandemi. Bahkan, saat ini vaksinasi di Tanah Air sudah berlangsung.

"Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung, kita ini beruntung, dari awal pandemi kita sudah bergerak untuk mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin untuk negara kita Indonesia," ujarnya.

Jokowi menargetkan proses vaksinasi di Tanah Air rampung akhir tahun ini. Meski tidak mudah, ia memastikan bahwa pemerintah akan berupaya mencapai target tersebut.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Ribuan Pemuka Agama di Istiqlal Diharapkan Bisa Jadi Contoh bagi Umat

Namun demikian, kata Jokowi, tersedianya vaksin Covid-19 bukan berarti menyelesaikan seluruh masalah yang ditimbulkan pandemi.

Ia meminta masyarakat terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Bersamaan dengan itu, pemerintah akan terus melakukan testing, tracing, dan treatment.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X