Kompas.com - 23/02/2021, 08:13 WIB
Jubir Covid-19 Raisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta yang tayang melalui Youtube dalam akun Sekretariat Presiden, Senin (12/10/2020). Dok. Youtube/Sekretariat PresidenJubir Covid-19 Raisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta yang tayang melalui Youtube dalam akun Sekretariat Presiden, Senin (12/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro meminta Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya mengatur penyelenggaraan vaksinasi virus corona terhadap lansia sebaik mungkin.

Ia mengimbau agar kenyamanan lansia saat vaksinasi diprioritaskan.

"Agar pelayanan vaksinasi terhadap lansia diatur dengan baik, agar para orang tua kita ini semuanya tidak harus mengantre panjang dan lama serta dipastikan mereka tetap nyaman sebelum menerima vaksinasi," kata Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/2/2021).

Reisa mencontohkan, tempat duduk atau ruang tunggu lansia di lokasi vaksinasi dapat dibuat senyaman mungkin. Dengan demikian, saat mengantre kondisi lansia tetap terjaga.

Ia menyebut bahwa kondisi psikologis lansia harus dijaga sebelum vaksinasi. Sebab, psikologi calon peserta vaksin dapat mempengaruhi kondisi kesehatan dasar sebelum vaksinasi.

"Mari kita gotong royong seluruh warga sekitar seperti remaja, para pemuda, untuk dapat ikut membantu agar tercipta kenyamanan bagi para calon penerima vaksinasi lansia dan melancarkan jalannya program vaksinasi tersebut," ujar Reisa.

Baca juga: RSUD Tanah Abang Sanggup Berikan Vaksin Covid-19 terhadap 100 Lansia Per Hari

Reisa pun mengimbau agar lansia melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan pribadi dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.

Harus dipastikan bahwa penerima vaksin dalam kondisi stabil dan siap menerima vaksinasi.

"Semakin cepat lansia terlindungi semakin baik upaya pemutusan virus Covid-19 di negeri ini," kata dia.

Adapun vaksinasi Covid-19 sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Pada tahap pertama vaksinasi diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan.

Saat ini, vaksinasi sudah menginjak tahap kedua yang menyasar pada petugas pelayan publik dan lansia.

Ditargetkan vaksinasi dapat menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X