Museum dan Galeri SBY-Ani Dinilai Berdampak Positif ke Masyarakat Pacitan

Kompas.com - 19/02/2021, 12:14 WIB
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono YouTube/Sekretaris KabinetPresiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana menilai, pembangunan museum dan galeri Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) - Ani di Kabupaten Pacitan akan berdampak positif dalam berbagai aspek seperti ekonomi, sosial budaya, dan permuseuman di Indonesia.

Dari aspek ekonomi, museum dan galeri SBY-Ani dinilainya akan menjadi sumber perekonomian baru bagi masyarakat setempat.

"Jika museum ini nantinya beroperasi, akan ada sirkulasi ekonomi bagi masyarakat Pacitan dan sekitarnya. Terciptanya lapangan pekerjaan baru, peningkatan wisatawan, serta sektor UMKM hidup kembali sesuai dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata Putu dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: APBD Rp 9 Miliar untuk Museum SBY di Pacitan, Bendahara Demokrat: Pak SBY Tak Pernah Minta


Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini melanjutkan, dari aspek sosial, museum dan galeri SBY-Ani akan menjadi narasi utama dalam bidang sejarah dan budaya di Pacitan.

Sebab, menurut dia, SBY adalah putra terbaik Pacitan yang mampu menjadi pemimpin negeri selama 10 tahun. Museum dan Galeri SBY-Ani, sebut dia, dapat menjadi monumen kebanggaan warga Pacitan yang bisa diingat sampai kapan pun.

"Kita tahu bahwa SBY adalah ikon Pacitan. Seorang tokoh kebanggaan masyarakat Jawa Timur yang pernah memimpin bangsa ini selama dua periode. Seorang tokoh bangsa yang menggagas Gerakan Nasional Cinta Museum di Indonesia," ujarnya.

Alasan itulah yang menurut Putu wajar apabila SBY diabadikan sebagai bagian sejarah perjalanan bangsa.

Baca juga: Soal Kudeta di Partai Demokrat, AHY: Bapak SBY di Belakang Kita

Ia menyebutkan, berbagai museum tokoh bangsa juga ada di Jawa Timur seperti museum HOS Tjokroaminoto, museum WR Soepratman, cagar budaya rumah kelahiran Presiden RI Soekarno, dan lainnya.

Lebih lanjut, Putu mengatakan bahwa pendirian museum dan galeri SBY-Ani menjadi momentum kebangkitan kembali museum di Indonesia.

Ia menilai, perhatian pemerintah daerah (Pemda) terhadap museum dan galeri SBY-Ani merupakan hal baik dan harus dijadikan contoh bagi pemda lainnya.

"AMI akan terus mendorong agar lembaga negara, kementerian, secara khusus Dirjen Kebudayaan untuk lebih memberikan perhatian, dukungan dan kontribusi nyata terhadap museum di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Soal Megawati Dua Kali Kecolongan, Demokrat Minta Jangan Ada yang Adu Domba SBY dan Megawati

Putu mengungkapkan, selama ini manajamen pengelolaan museum perlu terus ditingkatkan, dan bantuan anggaran baik dari pemerintah maupun pemda perlu dikomprehensifkan.

Selain itu, ia juga berharap pengelolaan berbagai sumber daya perlu dimaksimalkan.

"Saya berharap Sapta Karsa permuseuman Indonesia dapat diwujudkan dengan sinergi menyeluruh berbagai pihak agar dapat memuliakan dan menggaungkan nilai-nilai luhur peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X