Kode Inisiatif: 8 dari 32 Sengketa Pilkada yang Lanjut di MK Lewati Ambang Batas Pengajuan Permohonan

Kompas.com - 18/02/2021, 15:30 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaGedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif mencatat ada delapan perkara yang melewati ambang batas pengajuan permohonan sengketa Pilkada 2020.

Data itu diungkapkan oleh Peneliti Kode Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana dalam konferensi persnya, Kamis (18/2/2021).

"Ada delapan perkara, ternyata perkara dengan lewat ambang batas ini masuk dan lanjut ke pemeriksaan ke dalam pokok pemeriksaan oleh MK," kata Ihsan.

Selain itu, juga ada 23 perkara yang masuk ambang batas syarat pengajuan permohonan sengketa.

Serta ada satu perkara atau daerah yang perkaranya lewat ambang batas dan lewat batas waktu pengajuan permohonan namun dilanjutkan untuk diperiksa di tahap selanjutnya.

Baca juga: 32 Sengketa Pilkada di MK Lanjut Tahap Pembuktian, Ini Daftar Daerahnya

"Sebelumnya MK menyebut Pasal 158 (UU Pilkada) ini akan diterapkan tetapi mungkin akan menjadi bagian pokok perkara," ujarnya.

"Ternyata memang tidak signifikan permohonan atau perkara dengan derah yang lewat ambang batas diperiksa dalam pokok perkara," ucap dia.

Diketahui, sejak 15 hingga 17 Februari 2021 MK sudah memutus 100 perkara sengketa hasil pilkada.

Jika dirincikan sebanyak 90 perkara dinyatakan tidak dapat diterima, enam permohonan ditarik kembali, dua permohonan gugur dan dua perkara MK tidak berwenang mengadili.

Jumlah perkara yang teregistrasi di MK tercatat ada 132 perkara. Dengan demikian ada 32 perkara yang akan lanjut ke tahap pembuktian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X