Kompas.com - 18/02/2021, 08:02 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan usai memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARAFOTO/MUHAMMAD ADIMAJAKetua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan usai memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) tidak merestui adanya kongres luar biasa (KLB) untuk merebut kursi ketua umum Partai Demokrat.

"Mereka menyiarkan berita bohong bahwa Pak SBY selaku Ketua MTP merestui gerakan mereka; itu tidak benar. Hoax dan fitnah. Bapak SBY berada di belakang kita semua, para pemilik suara yang sah," kata AHY dalam pesannya kepada kader Demokrat, Rabu (17/2/2021).

AHY mengatakan, para pelaku gerakan telah membaca AD/ART Partai Demokrat dan mengetahui bahwa pelaksanaan KLB harus mendapatkan persetujuan Ketua MTP Demokrat yaitu SBY sehingga menyebut SBY merestui pelaksanaan KLB.

Baca juga: AHY: Jangan Nodai Partai dengan Para Pengkhianat

Namun, AHY menegaskan, SBY tidak menyetujui hal itu.

Ia mengatakan, SBY justru memberi dukungan penuh kepada kepemimpinan Partai Demokrat sesuai Kongres V Partai Demokrat tanggal 15 Maret 2020 yakni kepemimpinan AHY bersama jajarannya.

AHY menyebut, hal itu disampaikan SBY dalam surat yang SBY tulis dan kirimkan kepada dewan pimpinan daerah, dewan pimpinan cabang, dan seluruh kader Demokrat pada 5 Januari 2021 lalu.

"Dalam surat itu, beliau juga mengingatkan untuk tidak adanya matahari kembar dalam kepemimpinan Partai Demokrat," kata AHY.

AHY mengatakan, Presiden keenam RI itu juga berpesan agar kader Demokrat tetap solid menghadapi upaya kudeta yang disebut sebagai Gerakan Pengambilalihan Kekuadaan Partai Demokrat (GPK-PD).

"Dalam menghadapi GPK-PD, beliau menitipkan pesan dan amanah kepada kita agar kita kuat, karena yang kuat dan solid akan menang," ujar AHY.

Baca juga: AHY: Hubungan Jokowi-SBY Cukup Baik, tetapi Kelompok Ini Berusaha Memecah

AHY sebelumnya menyebut, ada sejumlah pihak yang hendak melengserkannya dari kursi ketua umum Partai Demokrat dengan menggelar KLB.

Menurut dia, beberapa pihak yang diduga terlibat ialah para mantan pengurus Demokrat yakni Darmizal, Marzuki Alie, Muhammad Nazaruddin, dan politisi aktif Demokrat Jhoni Alen Marbun.

Selain itu, AHY menyatakan, ada pejabat di lingkungan Istana Kepresidenan yang terlibat dalam upaya pelengserannya dengan menggulirkan isu KLB.

Baca juga: Andi Mallarangeng: Moeldoko Hanya Jual Nama

Pejabat yang dimaksud ialah Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Moeldoko membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tak punya hak untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat karena bukan bagian dari internal partai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X