Kemensos Salurkan Bantuan Rp 443 Juta untuk Korban Longsor Nganjuk

Kompas.com - 17/02/2021, 13:49 WIB
Tim SAR mengevakuasi korban tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). Tim SAR dalam pencarian hari kedua korban tanah longsor berhasil mengevakuasi sedikitnya tiga jenazah korban dan diperkirakan tersisa tujuh korban yang masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa. ANTARA FOTO/Zabur KaruruTim SAR mengevakuasi korban tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). Tim SAR dalam pencarian hari kedua korban tanah longsor berhasil mengevakuasi sedikitnya tiga jenazah korban dan diperkirakan tersisa tujuh korban yang masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial ( Kemensos) menyalurkan bantuan untuk korban bencana longsor di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sebesar Rp 443 juta. 

Kemensos menyebutkan, bantuan itu terdiri dari bantuan logistik yaitu 300 paket makanan siap saji, 300 paket makanan anak, 300 lembar matras.

"Kemudian, 200 lembar kaur, 200 lembar selimut, 50 paket kids ware dan 100 lembar tenda gulung), santunan untuk 12 ahli waris (masing-masing Rp 15 juta) serta santunan untuk 2 korban selamat dengan luka berat (masing-masing Rp 5 juta)," demikian keterangan tertulis Kemensos, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Kunjungi Korban Longsor di Nganjuk, Risma: Anak-anak Sudah Mulai Ceria

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam kunjungannya ke Nganjuk meminta, Pemerintah Daerah (Pemda) merelokasi tempat tinggal warga di lokasi bencana.

Risma juga meminta data keseluruhan korban terdampak bencana dan lahan yang disiapkan untuk relokasi.

"Curah hujan cukup tinggi. Kalau tidak reliable (untuk kembali tinggal) disitu, memang harus dipindah. Terkait masalah lahannya bagaimana, nanti akan saya diskusikan,” kata Risma.

Menanggapi Risma, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengatakan, terdapat 54 Kepala Keluarga (KK) atau 186 jiwa yang terdampak bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Oleh karenanya, lahan yang diperlukan untuk relokasi tempat tinggal warga kurang lebih 25 hektar.

Menurut Novi, Pemda tengah menyiapkan rumah sementara di Desa Sendang Bumen, Kecamatan Berbek bagi korban bencana tersebut.

"Di sana ada rumah eks pemberian hibah dari Kementerian PUPR. Dulu (digunakan) untuk transmigrasi, ada 80 unit rumah, 40 unit rumah terisi dan 40 rumah sekarang ini kosong bisa ditempati,” kata Novi.

Baca juga: Pemkab Nganjuk Akan Relokasi Korban Longsor, Menko PMK: Kalau Itu Pilihan Terbaik, Kita Dukung

Untuk diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Nganjuk sejak Minggu (14/2/2021).

Hal tersebut mengakibatkan tebing longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos dan menimbun sejumlah rumah penduduk dengan 54 KK atau 186 jiwa.

Hingga Selasa (16/2/2021), dilaporkan dari total terdampak 21 korban tertimbun longsor dan sempat dinyatakan hilang, 14 korban telah ditemukan dengan rincian 12 meninggal dunia, 2 selamat, sementara 7 lainnya masih dalam upaya pencarian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X