Ahok: Kalau Mau Kaya Jangan Jadi Politisi

Kompas.com - 12/02/2021, 16:21 WIB
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (kanan) didampingi Dirut Nicke Widyawati (kiri) dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kedua kiri) memberikan keterangan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (9/12/2019). Presiden memerintahkan manajemen Pertamina untuk meningkatkan pengawasan penyimpangan BBM bersubsidi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayKomisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (kanan) didampingi Dirut Nicke Widyawati (kiri) dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman (kedua kiri) memberikan keterangan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (9/12/2019). Presiden memerintahkan manajemen Pertamina untuk meningkatkan pengawasan penyimpangan BBM bersubsidi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyampaikan pandangannya mengenai anak muda yang memilih jadi politikus.

Menurut Ahok, menjadi politikus bukan jalan untuk kaya raya. Menjadi seorang politikus, kata dia, berarti juga siap mengorbankan kepentingan diri untuk kepentingan orang banyak.

"Ketika Anda memutuskan menjadi seorang politisi, berarti anda siap mengobrankan diri Anda sendiri untuk kepentingan orang banyak. Kalau mau cari kaya jangan jadi politisi, saya kira jadi pengusaha saja," ujar Ahok, Jumat (12/2/2021).

Ahok mulanya menjawab pertanyaan Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Tina Toon tentang pandangannya soal anak muda yang memilih menjadi seorang politisi dalam acara Perayaan Imlek yang diadakan oleh PDIP-P secara virtual.

Baca juga: Sempat Heboh, Pemprov DKI Bantah Hapus Normalisasi Warisan Jokowi-Ahok

Adapun perayaan Imlek virtual tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota DPR Fraksi PDI-P Sofyan Tan, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto,

Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama Pertamina itu juga mengatakan bahwa menjadi politikus butuh komitmen, konsistensi, dan menjaga reputasi.

"Kalau Anda punya reputasi, nama yang baik, itu melebihi kekayaan yang besar. Kalau kita punya nama yang baik, jujur dan bisa bekerja, pasti semua orang akan mempekerjakan kita," tutur Ahok.

Baca juga: Terinspirasi, Pria Ini Lukis Dedi Mulyadi, Ahok, Risma dan Ganjar di Pantat Truk

Hari ini, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan ucapan Imlek 2572 Kongzili pada umat Konghucu dan masyarakat etnis Tionghoa.

Jokowi berharap, semangat Imlek 2021 dapat membawa semangat persaudaraan.

"Semoga kita semua tetap dalam semangat persaudaraan serta dijauhkan dari penyakit dan bencana. Gong xi fa cai," ucap Jokowi melalui akun resmi Twitter, @jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X