Soal Plasma Konvalesen, Kemenkes Minta Rumah Sakit Mulai Siapkan Calon Donor

Kompas.com - 11/02/2021, 18:17 WIB
Sejumlah petugas medis mengambil sampel darah penyintas COVID-19 saat seleksi awal donor plasma konvalesen di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2021). Sebanyak 50 penyintas COVID-19 mengikuti seleksi donor plasma konvalesen untuk menambah stok plasma yang semakin tinggi permintaannya untuk membantu pasien COVID-19 dengan gejala berat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah petugas medis mengambil sampel darah penyintas COVID-19 saat seleksi awal donor plasma konvalesen di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2021). Sebanyak 50 penyintas COVID-19 mengikuti seleksi donor plasma konvalesen untuk menambah stok plasma yang semakin tinggi permintaannya untuk membantu pasien COVID-19 dengan gejala berat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rita Rogayah meminta rumah sakit rujukan Covid-19 mulai menyiapkan calon donor plasma konvalesen.

Ia meminta, rumah sakit mulai memberikan edukasi kepada pasien Covid-19 terkait plasma konvalesen sehingga setelah sembuh, dapat dijadwalkan mendonorkannya.

"Dari perawatan kami harapkan rumah sakit-rumah sakit sudah menyiapakan donor yang akan nanti setelah sembuh (dari Covid-19) diedukasi, ditentukan kapan rencana pengambilan, sehingga setelah pasien pulang sudah ada rencana pengambilan donornya," kata Rita dalam diskusi secara virtual bertajuk "Plasma Konvalesen pada Penanganan Covid-19", Kamis (11/2/2021).

Rita mengatakan, meski terapi plasma konvalesen mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), namun terapi tersebut masih dalam uji klinis.

Oleh karenanya, kata dia, rumah sakit yang memberikan terapi plasma konvalesen diharapkan menyampaikan praktik yang dilakukan untuk dinilai efektivitasnya.

"Karena kita ketahui semakin banyak sampel yang ada uji klinis, kita bisa terlihat hasilnya lebih baik," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penyintas Covid-19 OTG Tidak Disarankan Donorkan Plasma Konvalesen

Lebih lanjut, Rita mengatakan, bagi rumah sakit yang memiliki mesin Apheresis diharapkan dapat meningkatkan donor plasma darah dari para penyintas Covid-19.

"Karena Kemenkes sudah memberikan mesin Apheresis di seluruh indonesia, diharapkan semua rumah sakit mempunyai mesin ini sehingga membantu menyiapkan donor plasma," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, plasma konvalesen umumnya diambil dari orang yang pernah menderita atau penyintas Covid-19 sebagai donor.

Plasma tersebut nantinya digunakan untuk terapi penyembuhan mereka yang positif Covid-19, dengan harapan penyintas Covid-19 yang menjadi pendonor itu sudah terbentuk antibodi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Duga Ada Kepentingan Kelompok Tertentu di Balik Rencana Bali Dijadikan 'Pilot Project' Wisata Berbasis Vaksin

Pengamat Duga Ada Kepentingan Kelompok Tertentu di Balik Rencana Bali Dijadikan "Pilot Project" Wisata Berbasis Vaksin

Nasional
UPDATE: 140.915 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 36,19 Persen

UPDATE: 140.915 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 36,19 Persen

Nasional
UPDATE 25 Juni: Sebaran 18.872 Kasus Baru Covid-19, DKI Tertinggi

UPDATE 25 Juni: Sebaran 18.872 Kasus Baru Covid-19, DKI Tertinggi

Nasional
Demokrat Kubu KLB Deli Serdang Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta, Minta Kepengurusan Moeldoko Disahkan

Demokrat Kubu KLB Deli Serdang Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta, Minta Kepengurusan Moeldoko Disahkan

Nasional
Sidak PPKM Mikro di Cempaka Putih, Jokowi: Percuma Kebijakan Dibuat Kalau Tak Berjalan

Sidak PPKM Mikro di Cempaka Putih, Jokowi: Percuma Kebijakan Dibuat Kalau Tak Berjalan

Nasional
UPDATE 25 Juni: Ada 181.435 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Juni: Ada 181.435 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 25 Juni: Bertambah 8.557, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 1.835.061 Orang

UPDATE 25 Juni: Bertambah 8.557, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 1.835.061 Orang

Nasional
UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal Lampaui 400 Orang Per Hari, Tertinggi Sejak 4 April 2021

UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal Lampaui 400 Orang Per Hari, Tertinggi Sejak 4 April 2021

Nasional
Nakes Wisma Atlet Gugur, Puan Ingatkan Masyarakat Taati Prokes

Nakes Wisma Atlet Gugur, Puan Ingatkan Masyarakat Taati Prokes

Nasional
Anggota dan Pegawai DPR Terpapar Covid-19, Ini Perkembangan Terbarunya

Anggota dan Pegawai DPR Terpapar Covid-19, Ini Perkembangan Terbarunya

Nasional
Satu dari Delapan Kasus Covid-19 Menimpa Usia Anak, Bagaimana Vaksinasinya?

Satu dari Delapan Kasus Covid-19 Menimpa Usia Anak, Bagaimana Vaksinasinya?

Nasional
UPDATE 25 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 127.422 Orang

UPDATE 25 Juni: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 127.422 Orang

Nasional
Jokowi: Saya Minta Betul Kepala Daerah Melaksanakan PPKM Mikro hingga Tingkat Bawah

Jokowi: Saya Minta Betul Kepala Daerah Melaksanakan PPKM Mikro hingga Tingkat Bawah

Nasional
UPDATE 25 Juni: Tambah 422, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 56.371 Orang

UPDATE 25 Juni: Tambah 422, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 56.371 Orang

Nasional
Jokowi Sidak ke Cempaka Putih, Pastikan PPKM Mikro Berjalan

Jokowi Sidak ke Cempaka Putih, Pastikan PPKM Mikro Berjalan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X