Kompas.com - 08/02/2021, 16:34 WIB
Charles Honoris saat masih duduk di Komisi I DPR usai mengikuti diskusi di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (27/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYACharles Honoris saat masih duduk di Komisi I DPR usai mengikuti diskusi di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (27/1/2020).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) Charles Honoris ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR menggantikan Sri Rahayu yang dirotasi ke Komisi VIII DPR.

Charles ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Senin (8/2/2021).

"Izinkan saya selaku Pimpinan DPR RI mengumumkan perubahan nama pimpinan Komisi IX, dari Fraksi PDI-P yang semula dijabat Dra Sri Rahayu nomor anggota A217 digantikan oleh Saudara Charles Honoris nomor anggota A162," kata Muhaimin dalam rapat tersebut, Senin, dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Terima Laporan Penempatan PMI Ilegal, Anggota Komisi IX Nilai Pemerintah Kebobolan

Muhaimin mengatakan, penetapan Chalres sebagai Wakil Ketua Komisi IX sesuai dengan surat yang Fraksi PDI-P Nomor 1 F-PDIP DPRRI/II/2021 tanggal 1 Februari 2021 perihal perubahan penugasan pada alat kelengkapan dewan.

Dalam rapat tersebut, Muhaimin sempat menanyakan apakah para anggota Komisi IX DPR setuju dengan penetapan Charles sebagai pimpinan Komisi IX DPR.

"Untuk itu saya meminta persetujuan pada seluruh pimpinan dan anggota apalah usulan ini bisa kita setujui?" tanya Muhaimin.

Baca juga: Soal PPKM Skala Mikro, Wakil Ketua Komisi IX Tekankan Pentingnya Operasi Yustisi yang Terukur

Pertanyaan itu kemudian dijawab dengan persetujuan para anggota Komisi IX DPR.

Dengan penetapan Charles, komposisi pimpinan Komisi IX terdiri dari Felly Estelita Runtuene selaku Ketua Komisi IX DPR serta Charles Honoris, Melkiades Laka Lena, dan Nihayatul Wafiroh selaku Wakil Ketua Komisi IX.

Adapun sebelumnya Charles merupakan anggota Komisi I DPR yang dirotasi oleh Fraksi PDI-P ke Komisi IX DPR.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Nasional
Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X