Satgas: Prinsip Penanggulangan Covid-19 Terapkan 3M dan 3T Secara Ketat

Kompas.com - 05/02/2021, 18:19 WIB
Warga berjalan di depan mural dengan tema COVID-19 di halaman Balai Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2021). Gubernur Jawa Barat menyatakan Kota Depok dan Kabupaten Karawang berstatus siaga 1 disebabkan selama sebulan berada di zona merah dalam risiko penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAWarga berjalan di depan mural dengan tema COVID-19 di halaman Balai Kota Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2021). Gubernur Jawa Barat menyatakan Kota Depok dan Kabupaten Karawang berstatus siaga 1 disebabkan selama sebulan berada di zona merah dalam risiko penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mulai diberlakukan pada 9 Februari 2021.

Penerapan protokol kesehatan itu bisa dilakukan dengan mematuhi 3M dan 3T.

"Prinsipnya penanggulangan ini adalah bagaimana kita menerapkan 3M dan 3T secara ketat, secara disipplin, dan kemudian tidak ada pelonggaran," ujar Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI (Purn) Alexander Ginting dalam diskusi virtual yang digelar BNPB, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi, Hari Ini Lewati 175.000

Adapun yang dimaksud 3M adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan air yang mengalir.

Sementara, 3T adalah tracing, testing, dan treatment.

Alexander mengatakan, penerapan 3T melalui pelacakan kontak menjadi pilar utama menekan laju penyebaran Covid-19, sebagaimana yang dikemukakan badan kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan.

Ia mengatakan, pelacakan kontak bisa diterapkan dengan mengidentifikasi mereka yang terpapar Covid-19 maupun tidak.

Baca juga: Meski Bergejala Mirip, Cara Mendeteksi Penyakit Kanker dan Covid-19 Berbeda

Selain itu, pelacakan kontak juga bisa diterapkan dengan melihat status kesehatan yang dilacak.

"Dari pelacakan kontak ini, nanti ada dua. Mereka yang sehat, mereka yang diduga terkonfirmasi dan kemudian yang terkonfirmasi kita harus cari lagi kontak eratnya," kata dia.

Hingga Jumat (5/2/2021), kasus Covid-19 di Indonesia menembus 1.134.854 kasus, kemudian angka kesembuhan mencapai 926.980 kasus, dan kematian sebanyak 31.202 kasus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X