Kompas.com - 05/02/2021, 08:16 WIB
Pekerja yang menggunakan masker saat melintasi poster Presiden Joko Widodo yang menghimbau penggunaan masker di Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (14/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum. PSBB Jakarta 14 September 2020Pekerja yang menggunakan masker saat melintasi poster Presiden Joko Widodo yang menghimbau penggunaan masker di Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (14/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.

Dengan pemuktahiran data tersebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 174.798 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif yang masih dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 74.260 orang yang kini berstatus suspek.

Vaksinasi tenaga kesehatan

Hingga Kamis kemarin, tercatat ada 1.566.959 tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Sebanyak 96.553 tenaga kesehatan sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.

Angka itu didapatkan setelah mengalami penambahan jumlah tenaga kesehatan yang divaksinasi sebanyak 24.932 dalam sehari.

Sementara tenaga kesehatan yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama tercatat ada 700.266 orang, setelah sebelumnya bertambah sebanyak 54.240 orang.

Baca juga: UPDATE 4 Februari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 174.798

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pemerintah menargetkan akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap total 181.554.465 orang penduduk Indonesia atau sekitar 70 persen dari total populasi.

Untuk diketahui, vaksinasi Covid-19 diberikan sebanyak dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Dampak PPKM

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) memberi dampak terhadap melandainya kasus aktif Covid-19 secara harian.

Namun, PPKM belum mampu menekan penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

"Menimbang temuan-temuan (data hasil PPKM), kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa PPKM selama dua pekan terakhir memberikan dampak pada melandainya kasus aktif harian," ujar Wiku dalam konferensi pers daring yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).

"Akan tetapi, dampak ini belum cukup untuk menurunkan penularan di tengah masyarakat," kata dia.

Baca juga: Satgas: PPKM Landaikan Kasus Harian Covid-19, tetapi Belum Cukup Turunkan Penularan

Oleh karena itu, kata Wiku, satgas berharap PPKM dapat dilakukan dengan lebih efektif dan disiplin.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.