Kompas.com - 04/02/2021, 19:21 WIB
Ilustrasi Pita Peduli Kanker - Hari Kanker Dunia SHUTTERSTOCK/SEW CREAMIlustrasi Pita Peduli Kanker - Hari Kanker Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Peringatan Hari Kanker Dunia hari ini, masyarakat penderita kanker diharap tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.

Menurut Konsultan Hematologi-Onlologi Medik Yayasan Kanker Indonesia dr. Nadia Ayu Mulansari, banyak penderita kanker yang terlambat mendapat penanganan medis.

Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya edukasi dan kesadaran diri pada masyarakat, terkait penyakit kanker. Serta ketakutan para penderita kanker karena covid-19 melanda.

"Kami selalu tekankan untuk penderita kanker, jangan tunda ke dokter. Covid-19 bisa dihindari dengan menerapkan protokol kesehatan, tapi kanker dalam diri anda bertumbuh terus," kata Nadia, dalam talkshow daring yang diadakan oleh Badan Pusat Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Hari Kanker Sedunia dan Sejarah Peringatannya

Nadia melanjutkan, jika para penderita kanker terlambat membawa diri ke dokter untuk berobat atau melakukan kontrol, ditakutkan kanker dalam diri penderita tersebut sudah semakin berkembang.

"Karena penyakit kanker ini dalam waktu enam bulan saja perkembangannya sudah signifikan. Jadi jangan sampai terlambat," himbau Nadia.

Menurut Nadia, saat ini para dokter yang menangani penyakit kanker, sudah menetapkan skala prioritas, yakni low priority, middle priority dan high priority.

Baca juga: Latar Belakang di Balik Peringatan Hari Kanker Sedunia...

"Jika hari ini ada pasien dengan skala high priority berarti ia tidak boleh menunda cemotheraphy. Sedangkan untuk pasien di skala middle priority bisa terus lakukan konsultasi langsung, untuk low priority konsultasi bisa dilakukan dengan proses daring atau online," paparnya.

Untuk masyarakat, Nadia menyarankan agar terus menjaga pola hidup sehat. Termasuk berolahraga dan menjaga pola makan.

"merokok dan obesitas itu adalah dua hal yang termasuk faktor resiko terkena kanker. Jadi sebisa mungkin menghindari pola hidup dengan resiko tinggi, dan hidup sehat," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

Nasional
Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Makin Tinggi Jabatan, Makin Mahal Setoran

Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Makin Tinggi Jabatan, Makin Mahal Setoran

Nasional
Cegah Covid-19, Satgas: Jangan Silaturahmi Secara Fisik saat Lebaran

Cegah Covid-19, Satgas: Jangan Silaturahmi Secara Fisik saat Lebaran

Nasional
Kakorlantas Minta Masyarakat Urungkan Niat Mudik jika Tak Ingin Diputarbalikkan

Kakorlantas Minta Masyarakat Urungkan Niat Mudik jika Tak Ingin Diputarbalikkan

Nasional
Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Sewenang-wenang Nonaktifkan 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Sewenang-wenang Nonaktifkan 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
KPK Persilakan Pengamat Militer Connie Rahakundini Buat Laporan soal Mafia Alutsista

KPK Persilakan Pengamat Militer Connie Rahakundini Buat Laporan soal Mafia Alutsista

Nasional
Jelang Lebaran 6 Perwira Tinggi Polri Dapat Kenaikan Pangkat, Ini Nama-namanya...

Jelang Lebaran 6 Perwira Tinggi Polri Dapat Kenaikan Pangkat, Ini Nama-namanya...

Nasional
Saksi Sebut Staf Edhy Prabowo Pernah Gunakan Nama Politisi PDI-P Terkait Pengurusan Izin Ekspor Benur

Saksi Sebut Staf Edhy Prabowo Pernah Gunakan Nama Politisi PDI-P Terkait Pengurusan Izin Ekspor Benur

Nasional
Kuasa Hukum Juliari Batubara Sebut Kesaksian Pepen Nazaruddin Tak Miliki Kekuatan sebagai Alat Bukti

Kuasa Hukum Juliari Batubara Sebut Kesaksian Pepen Nazaruddin Tak Miliki Kekuatan sebagai Alat Bukti

Nasional
Satgas: Bukan Tidak Mungkin Kasus Covid-19 di Indonesia Sama Parahnya dengan India

Satgas: Bukan Tidak Mungkin Kasus Covid-19 di Indonesia Sama Parahnya dengan India

Nasional
Cegah Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Halalbihalal di Lingkungan Kantor

Cegah Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Halalbihalal di Lingkungan Kantor

Nasional
Varian Baru Virus Corona Berisiko Menular ke Anak-anak, Pemerintah Diminta Tunda Sekolah Tatap Muka

Varian Baru Virus Corona Berisiko Menular ke Anak-anak, Pemerintah Diminta Tunda Sekolah Tatap Muka

Nasional
Kemenag Gunakan Dua Metode dalam Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Kemenag Gunakan Dua Metode dalam Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Nasional
Kemenhub: Jelang Idul Fitri, Lebih dari 138.000 Mobil dan Motor Tinggalkan Jakarta

Kemenhub: Jelang Idul Fitri, Lebih dari 138.000 Mobil dan Motor Tinggalkan Jakarta

Nasional
Koordinator Sebut Mayoritas Tenaga Kesehatan RSD Wisma Atlet Sudah Terima Insentif

Koordinator Sebut Mayoritas Tenaga Kesehatan RSD Wisma Atlet Sudah Terima Insentif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X