Kompas.com - 03/02/2021, 22:20 WIB
Mantan Menpora Andi Mallarangeng usai hari ini diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi selama 8 jam, di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/1/2013). Andi diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Dedi Kusdinar, dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. DANY PERMANAMantan Menpora Andi Mallarangeng usai hari ini diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi selama 8 jam, di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/1/2013). Andi diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Dedi Kusdinar, dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyebutkan bahwa Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah kader terbaik partainya.

Itu dikatakannya untuk menolak asumsi bahwa Demokrat tak memiliki kaderisasi yang bagus dan partai tirani karena jabatan tertinggi partai dipegang anak sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pendiri sekaligus mantan ketua umum.

"Memang saat ini kader terbaik Partai Demokrat ya AHY, hasil pollingnya di Partai Demokrat memang dia paling tinggi," kata Andi dalam acara Satu Indonesia Petang di Kompas TV, Rabu (3/3/2021) malam.

Ia menegaskan tidak bisa serta merta orang di luar ingin masuk dan merebut kekuasaan dari tangan AHY.

Baca juga: Moeldoko soal Tudingan Kudeta AHY: Saya Ingatkan, Jangan Memfitnah

Andi juga menyinggung Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang melakukan konferensi pers, Rabu siang tadi.

Menurutnya, pernyataan Moeldoko mengambang tentang isu pernah meminta jabatan ke SBY untuk menjadi Ketum Demokrat pada tahun 2015.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal saat itu Moeldoko masih menjabat sebagai Panglima TNI. 

"Itu tadi kan pertanyaan dari wartawan saat konfrensi pers, Pak Moeldoko menjawab, 'wah saya lupa', jadi tanyakan saja Pak Moeldoko sendiri," kelakar Andi, 

"Karena jawaban beliau lupa, maka bisa jadi benar, tapi tanyakan saja dengan beliau," lanjut Andi.

Baca juga: Dituding Hendak Kudeta AHY, Moeldoko: Ini Dagelan Saja

Diketahui, KSP Moeldoko membantah sejumlah pernyataan AHY dan politisi Partai Demokrat lainnya yang menyebut dirinya menjadi salah satu aktor yang ingin menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Moeldoko membantah tuduhan tersebut dengan beberapa pernyataan seperti tidak perlu merasa khawatir karena dirinya bersikap biasa-biasa dan di Partai Demokrat masih ada sosok SBY.

Selain itu Moeldoko juga meminta AHY serta petinggi-petinggi Partai Demokrat tidak perlu cemas karena AHY dipilih sebagai Ketua Umum secara aklamasi.

Moeldoko lebih lanjut juga meminta agar isu ini jangan menjadi fitnah.

"Jadi saya ingatkan, hati-hati, jangan memfitnah orang. Hati-hati saya ingatkan ktu," ucap Moeldoko di kediamannya, Rabu (3/3/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

Nasional
Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Nasional
Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Nasional
Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Nasional
Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Nasional
Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Nasional
Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Nasional
Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Nasional
UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Nasional
Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

Nasional
UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X