Kompas.com - 03/02/2021, 14:31 WIB
Mendagri Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun dan menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk dibahas di Badan Anggaran DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMendagri Tito Karnavian mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2020). DPR menyetujui pagu anggaran Kementerian Dalam Negeri untuk tahun 2021 sebesar Rp3,2 triliun dan menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk dibahas di Badan Anggaran DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) proaktif dalam penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan gempa di Sulawesi Barat (Sulbar).

"Saya meminta rekan-rekan proaktif turun melakukan pelayanan jemput bola di daerah-daerah bencana. Khususnya daerah bencana banjir di Provinsi Kalsel dan gempa bumi di Sulbar," kata Tito, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Dukcapil Kemendagri Ganti 16.187 Kartu Keluarga Korban Banjir di Kalimantan Selatan

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh membentuk tim Dukcapil tanggap bencana.

Tim tersebut bertugas mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak warga terdampak bencana di Kalsel dan Sulbar.

"Saya meminta rekan-rekan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri proaktif turun melakukan pelayanan jemput bola di daerah-daerah bencana, khususnya daerah bencana banjir di Provinsi Kalsel dan gempa bumi di Sulbar," ujar Zudan.

Menurut Zudan, sampai dengan 1 Februari 2021 pihaknya telah mencetak 96.825 kartu keluarga untuk warga terdampak bencana di Kalbar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tim Dukcapil tanggap bencana telah mencetak sebanyak 96.825 kartu keluarga, 138 e-KTP dan 17 akta kematian di Kalimantan Selatan," tutur dia.

Baca juga: Dukcapil Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Banjir Kalsel

 

Selain itu, pada periode yang sama Dukcapil juga menerbitkan 3.634 kartu keluarga, 444 e-KTP, dan 87 akta kematian untuk korban bencana di Sulawesi Barat.

Zudan menuturkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

"Tim bekerja sampai larut malam. Sabtu dan Minggu tim bekerja lembur. Hal itu kami lakukan agar dapat melayani masyarakat dengan cepat," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.