Vaksin Produksi Bio Farma Hasil Kerja Sama dengan Sinovac Siap Dipakai

Kompas.com - 02/02/2021, 03:00 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.com/Dian Erika Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan segera menggunakan vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma (Persero) hasil kerja sama dengan Sinovac.

Kini Bio Farma tengah mengolah 15 juta dosis bahan baku vaksin yang telah didatangkan ke Tanah Air

"Saat ini ada vaksin yang sedang diproduksi Biofarma dalam bentuk bahan mentah dan akan menjadi vaksin jadi," ujar Juru Bicara Vaksin dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Senin (1/2/2021).

Sebagai informasi, sebelumnya Indonesia juga telah mendatangkan 3 juta dosis vaksin Sinovac siap pakai. Vaksin tersebut digunakan untuk pelaksanaan program vaksinasi bagi 1,5 juta lebih tenaga kesehatan yang menjadi target pertama.

Adapun satu orang yang divaksin mendapatkan dua dosis suntikan jika menggunakan vaksin produksi Sinovac.

Setelah tenaga kesehatan, vaksinasi dilanjutkan kepada pekerja di sektor publik. Oleh karena itu vaksin buatan Bio Farma akan digunakan sambil menunggu vaksin lainnya tiba untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi tahap pertama hingga kedua.

"Jadi ini (penggunaan vaksin produksi Bio Farma) sambil kita menunggu pengiriman berikutnya yang akan tiba," tutur Siti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengiriman vaksin Covid-19 dilakukan secara bertahap. Indonesia telah mengamankan sejumlah vaksin untuk mencapai target 182,5 juta orang guna mencapai ketahanan komunal atau herd immunity.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan telah mengamankan 125 juta dosis vaksin Sinovac. Selain itu ada pula vaksin dari produsen lainnya seperti Pfizer, AstraZeneca, dan Novavax.

Budi menargetkan vaksinasi bagi tenaga kesehatan selesai pada akhir Februari. Vaksinasi untuk masyarakat juga akan diberikan pada tahun ini.

"Diharapkan di akhir April atau pertengahan April kita sudah mulai membuka terhadap seluruh penduduk Indonesia untuk dilakukan vaksinasi," kata Budi.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Tunggu Vaksin Lain Tiba, Vaksin Produksi Biof  Farma Siap Dipakai



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Indonesia Desak Negara Anggota Gerakan Non-Blok Cari Solusi untuk Palestina

Nasional
Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Heran Wartawan Terus Beritakan Pengurangan Vonis Pinangki, Jampidsus: Dari Dia Negara Dapat Mobil

Nasional
Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Sita Tanah terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK: Masjid di Atasnya Tetap Bisa Digunakan

Nasional
Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Disesuaikan dengan Tingkat Penularan Covid-19 di Tiap Daerah

Nasional
Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Pimpinan Komisi III Minta Polisi yang Perkosa Remaja Dihukum Maksimal dan Kapolsek Dipecat

Nasional
KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

KPK Setor Uang Denda dan Pengganti dari 4 Terpidana, Salah Satunya Penyuap Juliari Batubara

Nasional
Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Dengan Berbagai Pertimbangan, Siapa Panglima TNI Mendatang?

Nasional
Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Kemenkumham Ambil Alih Pengelolaan Pasar Babakan Kota Tangerang

Nasional
Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Eks Direktur Teknik Garuda Divonis 8 Tahun Penjara

Nasional
Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Gus Menteri Berharap Vale Indonesia Bisa Ajak PMA Lain Bermitra dengan Kemendes PDTT

Nasional
Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Dukung Revisi UU ITE, Komnas HAM Nilai Ruang Berekspresi Tidak Bisa Dipidana

Nasional
Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Pakar IAKMI Sebut Meningkatnya Kasus Covid-19 Jadi Alarm untuk Memperkuat Prokes

Nasional
Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Periksa 12 ASN Setda Bandung Barat, KPK Dalami Proyek pada Era Aa Umbara

Nasional
MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Tak Shalat Idul Adha Berjemaah di Masjid atau Tempat Terbuka

Nasional
Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Mahfud: Sambil Tunggu Revisi Terbatas, Pedoman UU ITE Diharapkan Bisa Maksimal Lindungi Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X