Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Tertinggi di Asia, Jubir Satgas: Pemerintah Berusaha Optimis

Kompas.com - 01/02/2021, 18:55 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menanggapi perihal catatan kasus aktif Covid-19 Indonesia yang tertinggi di Asia.

Menurut Wiku, saat ini pemerintah berusaha tetap optimis dengan berbagai kebijakan yang sedang dilakukan.

"Pemerintah berusaha optimis dengan berbagai kebijakan yang sedang dilakukan," ujar Wiku saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Kebijakan yang dimaksud menurutnya termasuk pembatasan kegiatan di Pulau Jawa dan Bali atau pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagai kontributor kasus aktif terbesar nasional.

Sebelumnya diberitakan, jelang 11 bulan masa pandemi, tercatat ada 175.095 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Angka ini merupakan jumlah kasus aktif tertinggi di Asia.

Baca juga: Satgas Covid-19: Evaluasi Presiden soal PPKM Masukan Berharga bagi Kami

Data tersebut diketahui melalui situs Worldometers yang dipantau Kompas.com, Senin (1/2/2021) pukul 14.00 WIB.

Adapun kasus Covid-19 pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Berdasarkan data Worldometers, ada sembilan negara lain di Asia yang mencatat jumlah kasus aktif Covid-19 yang tinggi.

Secara berurutan sembilan negara tersebut yakni, India (169.208 kasus aktif), Iran (149.989 kasus aktif), Lebanon (117.093 kasus aktif), Turki (89.055 kasus aktif) dan (Israel 65.898 kasus aktif).

Kemudian Jepang (50.623 kasus aktif), Malaysia (48.150 kasus aktif), Bangladesh (47.268 kasus aktif) serta Pakistan (33.493 kasus aktif).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com