Kompas.com - 31/01/2021, 10:47 WIB
Sejumlah petugas medis mengambil sampel darah penyintas COVID-19 saat seleksi awal donor plasma konvalesen di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2021). Sebanyak 50 penyintas COVID-19 mengikuti seleksi donor plasma konvalesen untuk menambah stok plasma yang semakin tinggi permintaannya untuk membantu pasien COVID-19 dengan gejala berat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah petugas medis mengambil sampel darah penyintas COVID-19 saat seleksi awal donor plasma konvalesen di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/1/2021). Sebanyak 50 penyintas COVID-19 mengikuti seleksi donor plasma konvalesen untuk menambah stok plasma yang semakin tinggi permintaannya untuk membantu pasien COVID-19 dengan gejala berat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi meningkatnya donor plasma konvalesen untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Peningkatan tersebut terjadi setelah Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen dicanangkan beberapa waktu lalu oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Jumlah donor plasma konvalesen terus bertambah seiring pencanangan gerakan nasional donor plasma konvalesen," kata Muhadjir saat menyaksikan langsung donor plasma konvalesen di Kantor PMI Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Bahkan di Kota Surakarta, kata dia, telah terjadi peningkatan hingga 40 persen setelah pemerintah melakukan pencanangan gerakan tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah pun mengapresiasi dan berterima kasih atas peningkatan donasi plasma konvalesen tersebut.

Terlebih donasi plasma konvalesen telah terbukti cukup efektif dalam mempercepat peningkatan imunitas pasien Covid-19.

Dengan demikian ia pun berharap para penyintas Covid-19 dapat tergugah melakukan donasi plasma konvalesen.

"Mudah-mudahan setelah ini akan ada kelipatan lagi jumlah pendonor karena jumlah yang dibutuhkan masih jauh dari yang tersedia," kata dia.

Baca juga: Menko PMK Anjurkan Penyintas Covid-19 Donasikan Plasma Konvalesen

Khusus di Kota Solo, ia pun berharap agar ada surplus plasma sehingga bisa dikirim ke daerah lain yang membutuhkan.

Pasalnya, kata dia, dari total 86.109 pasien Covid-19 yang telah sembuh pada periode November hingga Desember 2020, jumlah total distribusi plasma konvalesen per 20 Januari 2020 baru mencapai 8.443.

Plasma konvalesen sendiri hanya bisa didonasikan oleh mereka yang pernah terpapar Covid-19 untuk membantu penyembuhan pasien yang masih sakit Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Sidang Gugatan Prapradilan RJ Lino Digelar di PN Jakarta Selatan

Hari Ini, Sidang Gugatan Prapradilan RJ Lino Digelar di PN Jakarta Selatan

Nasional
Sikap Jokowi soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Tepat

Sikap Jokowi soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Tepat

Nasional
Cek Kedisplinan ASN Pasca-libur Lebaran, Sekjen Kemenkumham Lakukan Sidak

Cek Kedisplinan ASN Pasca-libur Lebaran, Sekjen Kemenkumham Lakukan Sidak

Nasional
Saksi Cerita soal Transfer Uang ke Ajudan Juliari Batubara dan Pembayaran Sewa Pesawat

Saksi Cerita soal Transfer Uang ke Ajudan Juliari Batubara dan Pembayaran Sewa Pesawat

Nasional
Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Nasional
ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
Eks Ketum FPI dan Panitia Maulid Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Eks Ketum FPI dan Panitia Maulid Dituntut 1,5 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Nasional
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Nasional
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara

Nasional
Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Berhentikan Pegawai KPK, WP: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Presiden

Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Berhentikan Pegawai KPK, WP: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Presiden

Nasional
Jokowi Arahkan Tindaklanjuti 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Ini kata BKN

Jokowi Arahkan Tindaklanjuti 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Ini kata BKN

Nasional
Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Selasa, Salah Satunya di Kawasan Industri Jababeka

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Selasa, Salah Satunya di Kawasan Industri Jababeka

Nasional
Nilai Distribusi Vaksin di Dunia Tak Merata, Ketua DPR: Perlu Solidaritas Global

Nilai Distribusi Vaksin di Dunia Tak Merata, Ketua DPR: Perlu Solidaritas Global

Nasional
Anggota Dewas KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi Terkait TWK Pegawai KPK

Anggota Dewas KPK Setuju Pernyataan Presiden Jokowi Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
7 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kirim Surat Keberatan ke Firli Cs

7 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kirim Surat Keberatan ke Firli Cs

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X