Kompas.com - 28/01/2021, 15:38 WIB
Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

Dalam CoronaVac, kandungan virus Covid-19 yang sudah mati ditelan oleh sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen. Sel yang menyajikan antigen ini merobek virus Covid-19 dan menampilkan beberapa fragmennya di permukaannya.

Di sinilah kemudian Sel T Pembantu (Helper T Cells) berfungsi mendeteksi fragmen tersebut. Jika fragmen cocok dengan salah satu protein permukaannya, Sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

Baca juga: Agar Terhindar dari Risiko, Penerima Vaksin Harus Jujur soal Kesehatannya

Kemudian, jenis sel kekebalan lain, yang disebut Sel B, juga dapat menghadapi virus Covid-19 yang tidak aktif. Sel B memiliki protein permukaan dalam berbagai bentuk dan beberapa memiliki kecocokan untuk menempel pada virus Covid-19.

Ketika Sel B terkunci, ia menarik sebagian atau seluruh virus ke dalam dan menampilkan fragmen virus Covid-19 di permukaannya.

Dengan begitu, Sel T Pembantu yang diaktifkan melawan virus Covid-19 dapat menempel pada fragmen yang sama. Ketika itu terjadi, Sel B menjadi aktif dan berkembang biak, serta mengeluarkan antibodi yang memiliki bentuk yang sama dengan protein permukaannya.

Sampai pada tahap ini, antibodi dalam tubuh seseorang yang menerima vaksin telah terbentuk. Antibodi tersebut yang menargetkan spike proteins dan mencegah virus memasuki sel dalam tubuh. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara yang lain pula.

Di samping kemampuan vaksin ini, pihak CoronaVac belum mengeluarkan rilis resmi terkait durasi lamanya perlindungan tersebut dapat bertahan. Mungkin saja tingkat antibodi dapat turun selama beberapa bulan, maka diperlukan vaksin berkala.

Baca juga: Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Vaksin Corona Bakal Membengkak

Akan tetapi, sistem kekebalan juga mengandung sel khusus yang disebut Sel B Memori yang dapat menyimpan informasi tentang virus Covid-19 selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Efek dan penanganan

Efek samping yang mungkin dirasakan tubuh setelah menerima vaksin Sinovac hampir sama dengan vaksin Covid-19 merek lainnya.

Ada tiga reaksi gejala, yakni reaksi lokal (nyeri kemerahan atau bengkak pada bekas suntikan), reaksi sistemik (demam, nyeri otot di seluruh tangan, nyeri sendi, atau melemahnya badan), dan reaksi lainnya (biduran, pembekakan, pingsan, atau reaksi alergi lainnya).

Semua reaksi ini disebabkan bertemunya sistem kekebalan tubuh penerima dengan kandungan antigen dalam vaksin.

Oleh karena itu, penerima vaksin tidak diperkenankan langsung meninggalkan lokasi penyuntikan. Para penerima vaksin perlu menunggu sekitar 30 menit untuk melihat reaksi yang mungkin muncul setelahnya.

Semua efek samping atau reaksi yang muncul setelah penyuntikan disebut kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Baca juga: Eijkman Minta Pemerintah Siapkan Strategi Pendistribusian Vaksin

Untuk mengantisipasi munculnya kejadian efek samping, petugas kesehatan yang melakukan vaksinasi sudah dibekali petunjuk penanganan bila KIPI ditemukan pada penerima vaksin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Titi Anggraini: Saat Sudah Berada di Posisi Strategis, Jangan Lupakan Perempuan Lainnya

Titi Anggraini: Saat Sudah Berada di Posisi Strategis, Jangan Lupakan Perempuan Lainnya

Nasional
AHY dan Syaikhu Bertemu, Kenang Momen Kebersamaan Saat Pemerintahan SBY

AHY dan Syaikhu Bertemu, Kenang Momen Kebersamaan Saat Pemerintahan SBY

Nasional
Satgas: Indonesia Sudah Bisa Tekan Kasus Covid-19, Jangan Sampai Alami Lonjakan Seperti Negara Lain

Satgas: Indonesia Sudah Bisa Tekan Kasus Covid-19, Jangan Sampai Alami Lonjakan Seperti Negara Lain

Nasional
Prabowo: Hilangnya KRI Nanggala-402 Bukti Pertahanan Negara Sangat Rumit

Prabowo: Hilangnya KRI Nanggala-402 Bukti Pertahanan Negara Sangat Rumit

Nasional
Polisi Temukan Senpi Ilegal di Rumah Bos EDCCash

Polisi Temukan Senpi Ilegal di Rumah Bos EDCCash

Nasional
Bertemu AHY, Presiden PKS Serukan Tolak Terorisme dan Penodaan Agama

Bertemu AHY, Presiden PKS Serukan Tolak Terorisme dan Penodaan Agama

Nasional
KSAL: Belum Ada Bukti Autentik KRI Nanggala-402 Tenggelam

KSAL: Belum Ada Bukti Autentik KRI Nanggala-402 Tenggelam

Nasional
Sinergi Swasta dan Pemerintah dalam Memastikan Pencapaian SDGs di Tengah Pandemi

Sinergi Swasta dan Pemerintah dalam Memastikan Pencapaian SDGs di Tengah Pandemi

BrandzView
KSAL: KRI Nanggala-402 Belum Dinyatakan Hilang

KSAL: KRI Nanggala-402 Belum Dinyatakan Hilang

Nasional
Jokowi: Saya Memahami Perasaan Bapak, Ibu, Keluarga Awak Kapal KRI Nanggala-402

Jokowi: Saya Memahami Perasaan Bapak, Ibu, Keluarga Awak Kapal KRI Nanggala-402

Nasional
Larang Mudik, Satgas Ingatkan Risiko Tertular Covid-19 dalam Perjalanan

Larang Mudik, Satgas Ingatkan Risiko Tertular Covid-19 dalam Perjalanan

Nasional
Jokowi: Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala adalah Prioritas Utama

Jokowi: Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala adalah Prioritas Utama

Nasional
Jokowi Ajak Masyarakat Berdoa untuk Pencarian KRI Nanggala-402

Jokowi Ajak Masyarakat Berdoa untuk Pencarian KRI Nanggala-402

Nasional
Jokowi: Pemerintah Seoptimal Mungkin Cari dan Selamatkan KRI Nanggala

Jokowi: Pemerintah Seoptimal Mungkin Cari dan Selamatkan KRI Nanggala

Nasional
UPDATE 22 April: 6.243 Kasus Baru Tersebar di 33 Provinsi, Jawa Barat Capai Tertinggi

UPDATE 22 April: 6.243 Kasus Baru Tersebar di 33 Provinsi, Jawa Barat Capai Tertinggi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X