Temuan Sementara Banjir karena Cuaca, Bareskrim Tindaklanjuti jika Ada Sebab Lain

Kompas.com - 26/01/2021, 10:35 WIB
Foto udara kondisi sebuah desa di lereng pegunungan Meratus yang tampak longsor di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Minggu (24/1/2021). Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu (24/1/2021), bencana alam banjir di 11 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan mengakibatan sebanyak 113.420 warga mengungsi serta berdampak pada 628 sekolah, 609 tempat ibadah, 75 jembatan, 99.258 rumah dan 46.235 hektare lahan sawah. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA SFoto udara kondisi sebuah desa di lereng pegunungan Meratus yang tampak longsor di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Minggu (24/1/2021). Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu (24/1/2021), bencana alam banjir di 11 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan mengakibatan sebanyak 113.420 warga mengungsi serta berdampak pada 628 sekolah, 609 tempat ibadah, 75 jembatan, 99.258 rumah dan 46.235 hektare lahan sawah. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Bareskrim Polri bakal menindaklanjuti apabila ada kemungkinan lain yang menyebabkan terjadinya banjir di Kalimantan Selatan pada 12-13 Januari 2021.

Adapun sejauh ini, berdasarkan temuan tim Bareskrim, penyebab banjir tersebut merupakan faktor cuaca.

"Kalau ada hal-hal lain yang terkait masalah banjir di Kalimantan Selatan, tentunya Bareskrim akan menindaklanjuti," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Sudah Turun ke Lapangan, Bareskrim Sebut Banjir Kalsel karena Cuaca

Untuk mendalami penyebab banjir Kalsel tersebut, tim Bareskrim sebelumnya sudah turun ke lapangan.

Berdasarkan keterangan dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tim menemukan, curah hujan di Kalsel saat itu sangat tinggi.

Selain itu, Rusdi menuturkan, penyebab lainnya adalah karena kondisi air laut yang juga tinggi.

"Bareskrim menanyakan kepada Syahbandar pada saat itu, air laut pun sedang tinggi, sehingga ini sangat mempengaruhi aliran dari air hujan menuju ke pantai," tuturnya.

Baca juga: Klaim Pemerintah soal Izin Tambang dan Sawit di Kalsel yang Dibantah Walhi dan Jatam

Ketika ditanya apakah pihak dinas dan perusahaan terkait akan diperiksa, Rusdi hanya menuturkan, Bareskrim akan melakukan langkah lebih lanjut.

"Itu lanjutnya nanti, akan dilakukan tindakan lanjut oleh Bareskrim. Untuk sementara yang diterima oleh Bareskrim memang pada saat itu curah hujan sangat tinggi," ucap dia.

Sebelumnya, banjir yang melanda Kalsel juga memantik perdebatan menyoal penyebab kejadian.

Selain karena curah hujan ekstrem, tak sedikit pihak menuding masifnya pembukaan lahan ikut turut andil terciptanya banjir besar di Kalimantan.

Baca juga: Walhi: Pelepasan Hutan Kalimantan Era Jokowi Capai 427.952 Hektare



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X