Kompas.com - 25/01/2021, 17:57 WIB
Kadiv humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Karopenmas Brigjen Pol Rusdi Hartono (kiri) dan Kabagpenum Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan keterangan terkait teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/1/2021). Pada keterangan tersebut Kepolisian RI mengungkap kekuatan anggota muda JI dari Indonesia di Suriah berdasarkan keterangan dari pimpinannya yang sudah tertangkap Para Wijayanto pada 2019 silam. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc. ANTARA FOTO/Fakhri HermansyahKadiv humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Karopenmas Brigjen Pol Rusdi Hartono (kiri) dan Kabagpenum Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan keterangan terkait teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/1/2021). Pada keterangan tersebut Kepolisian RI mengungkap kekuatan anggota muda JI dari Indonesia di Suriah berdasarkan keterangan dari pimpinannya yang sudah tertangkap Para Wijayanto pada 2019 silam. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mendalami kasus dugaan rasialisme terhadap mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, dalam sebuah unggahan oleh akun Ambroncius Nababan di Facebook.

“Dari Siber nanti akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu berkaitan dengan adanya laporan polisi itu,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2021).

Argo mengatakan, Polda Papua Barat menerima dua laporan dari pelapor yang berbeda terkait dugaan rasialisme tersebut.

Baca juga: Teten Minta Kapolri Proses Penghina Natalius Pigai di Facebook

Kemudian, Bareskrim meminta Polda Papua Barat melimpahkan dua laporan itu.

Sebab, berdasarkan analisis yang dilakukan Dittipidsiber Bareskrim, pengunggah diduga berada di Jakarta.

Dalam melakukan penyelidikan, kata Argo, Bareskrim akan meminta keterangan para ahli serta saksi lainnya.

Pada Senin hari ini, Bareskrim juga telah melayangkan surat panggilan kepada terduga pemilik akun Facebook tersebut.

“Kita nanti akan menanyakan atau meminta keterangan apakah media sosial itu, Facebook itu adalah milik yang bersangkutan,” ujar dia. 

“Karena disinyalir banyak, penyidik itu harus memastikan dengan ilmiah bahwa siapa yang mempunyai akun tersebut dan kemudian siapa yang melakukannya,” kata Argo.

Baca juga: Natalius Pigai Ungkap Alasannya Selalu Kritik Presiden Jokowi...

Lebih lanjut, Polri mengimbau masyarakat, terutama warga Papua agar menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.

“Jangan membuat sesuatu yang nanti akan melanggar pidana. Percayakan bahwa kepolisian akan transapran dalam melakukan penyidikan kasus ini,” ucap dia.

Dilansir dari Tribunnews.com, tangkapan layar unggahan bernada rasial oleh akun Facebook Ambroncius tersebut dibagikan oleh Natalius Pigai melalui akun Twitter-nya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X