Bima Arya Tak Ingin OTG Isolasi di Rumah: Bahaya dan Tak Bisa Dikontrol

Kompas.com - 25/01/2021, 16:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, dirinya tengah berupaya untuk melakukan percepatan agar beberapa hotel dapat menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Pasalnya, ia enggan jika pasien Covid-19 tanpa gejala diisolasi di rumah. Hal ini karena dikhawatirkan mereka mampu menyebarkan virus kepada keluarganya.

"Jadi ada hotel yang sekarang dalam proses percepatan untuk bisa digunakan sebagai tempat isolasi OTG. Jadi tidak di rumah, karena di rumah inilah yang bahaya dan tidak bisa dikontrol," kata Bima dalam talkshow BNPB bertajuk "Update RS Darurat Wisma Atlet: Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah" Senin (25/1/2021).

Baca juga: Bima Arya Prediksi Kasus Covid-19 di Kota Bogor Capai 11.000 pada Akhir Tahun 2021

Berangkat dari kekhawatirannya bahwa pasien OTG dapat menimbulkan klaster keluarga, Bima mengaku tetap mengupayakan hotel sebagai tempat isolasi.

Untuk itu, ia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan tengah bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menambah fasilitas ruang isolasi.

Bima menambahkan, di sisi lain, Pemkot Bogor kini telah memiliki Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang terletak di Komplek GOR Pajajaran, Kota Bogor.

"Ini rumah sakit untuk diakses bagi orang dengan gejala ringan dan dengan komorbid. Jadi kalau tidak ada komorbidnya ya silakan, kalau memungkinkan ya di rumah. Tapi kalau dengan komorbid itu kan harus ada pengawasan khusus, maka kita perbolehkan perawatan di sini," jelasnya.

Baca juga: Bima Arya Sebut Sudah Simulasi Kesiapan RS untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Ia merinci, ada 7 bed IGD, 2 ICU, dan total 64 unit bed yang sudah bisa dioperasikan untuk merawat pasien Covid-19.

Rumah sakit ini berdiri atas kolaborasi antara Pemkot Bogor dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Dan saya cek sekarang tingkat keterisiannya ada 29 persen. Ini masih kita jaga karena kalau misalnya full sampai 64, kita membutuhkan penambahan tenaga kesehatan. Saat ini jumlah nakesnya itu 225 orang," tutur dia.

Untuk para nakes yang ada di RSL terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan karyawan lainnya.

Ia memperkirakan jumlah ini akan terus ditambah seiring penambahan jumlah pasien yang masuk ke Rumah Sakit Lapangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Jawa-Bali dan Daerah Lain Diperpanjang, Masyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka dan Tak Padat

PPKM Jawa-Bali dan Daerah Lain Diperpanjang, Masyarakat Boleh Lepas Masker di Area Terbuka dan Tak Padat

Nasional
Komisi I DPR Kembali Bahas RUU PDP, Cari Titik Temu Soal Lembaga Pengawas

Komisi I DPR Kembali Bahas RUU PDP, Cari Titik Temu Soal Lembaga Pengawas

Nasional
KPK Periksa Tersangka Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

KPK Periksa Tersangka Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

Nasional
Anggota Komisi I: Butuh Investasi Besar untuk Remajakan Alutsista

Anggota Komisi I: Butuh Investasi Besar untuk Remajakan Alutsista

Nasional
Tak Ada Lonjakan Kasus 20 Hari Usai Lebaran, Covid-19 Terkendali?

Tak Ada Lonjakan Kasus 20 Hari Usai Lebaran, Covid-19 Terkendali?

Nasional
Kabareskrim Sebut Kasus 40 Petani Sawit di Bengkulu Selesai lewat 'Restorative Justice'

Kabareskrim Sebut Kasus 40 Petani Sawit di Bengkulu Selesai lewat "Restorative Justice"

Nasional
Singgung 3 Provinsi Baru di Papua, MRP Nilai Istana Lakukan Politik Pecah Belah

Singgung 3 Provinsi Baru di Papua, MRP Nilai Istana Lakukan Politik Pecah Belah

Nasional
Jokowi Disebut Berpotensi Jadi 'King Maker' pada Pilpres 2024 di Luar Megawati

Jokowi Disebut Berpotensi Jadi "King Maker" pada Pilpres 2024 di Luar Megawati

Nasional
DPR Sahkan Revisi UU PPP, Atur Metode 'Omnibus Law'

DPR Sahkan Revisi UU PPP, Atur Metode "Omnibus Law"

Nasional
45 Finalis Puteri Indonesia Datangi KPK untuk Pembekalan Antikorupsi

45 Finalis Puteri Indonesia Datangi KPK untuk Pembekalan Antikorupsi

Nasional
'Exercise' Masa Kampanye 75 Hari, KPU Sebut Pengelolaan Logistik Pemilu Tidak Mudah

"Exercise" Masa Kampanye 75 Hari, KPU Sebut Pengelolaan Logistik Pemilu Tidak Mudah

Nasional
Novel Ungkap Alasan Tak Tangkap Harun Masiku Saat Masih di KPK

Novel Ungkap Alasan Tak Tangkap Harun Masiku Saat Masih di KPK

Nasional
66 Anggota Dewan Hadir Langsung Rapat Paripurna Pengesahan Revisi UU PPP

66 Anggota Dewan Hadir Langsung Rapat Paripurna Pengesahan Revisi UU PPP

Nasional
Gus Yahya Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Pernyataan Negatif ke PKB

Gus Yahya Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Pernyataan Negatif ke PKB

Nasional
Siapkan Pengamanan Pemilu Serentak 2024, Polri Gelar Operasi Mantap Brata

Siapkan Pengamanan Pemilu Serentak 2024, Polri Gelar Operasi Mantap Brata

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.