Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bima Arya Tak Ingin OTG Isolasi di Rumah: Bahaya dan Tak Bisa Dikontrol

Kompas.com - 25/01/2021, 16:24 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, dirinya tengah berupaya untuk melakukan percepatan agar beberapa hotel dapat menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Pasalnya, ia enggan jika pasien Covid-19 tanpa gejala diisolasi di rumah. Hal ini karena dikhawatirkan mereka mampu menyebarkan virus kepada keluarganya.

"Jadi ada hotel yang sekarang dalam proses percepatan untuk bisa digunakan sebagai tempat isolasi OTG. Jadi tidak di rumah, karena di rumah inilah yang bahaya dan tidak bisa dikontrol," kata Bima dalam talkshow BNPB bertajuk "Update RS Darurat Wisma Atlet: Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah" Senin (25/1/2021).

Baca juga: Bima Arya Prediksi Kasus Covid-19 di Kota Bogor Capai 11.000 pada Akhir Tahun 2021

Berangkat dari kekhawatirannya bahwa pasien OTG dapat menimbulkan klaster keluarga, Bima mengaku tetap mengupayakan hotel sebagai tempat isolasi.

Untuk itu, ia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan tengah bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menambah fasilitas ruang isolasi.

Bima menambahkan, di sisi lain, Pemkot Bogor kini telah memiliki Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang terletak di Komplek GOR Pajajaran, Kota Bogor.

"Ini rumah sakit untuk diakses bagi orang dengan gejala ringan dan dengan komorbid. Jadi kalau tidak ada komorbidnya ya silakan, kalau memungkinkan ya di rumah. Tapi kalau dengan komorbid itu kan harus ada pengawasan khusus, maka kita perbolehkan perawatan di sini," jelasnya.

Baca juga: Bima Arya Sebut Sudah Simulasi Kesiapan RS untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Ia merinci, ada 7 bed IGD, 2 ICU, dan total 64 unit bed yang sudah bisa dioperasikan untuk merawat pasien Covid-19.

Rumah sakit ini berdiri atas kolaborasi antara Pemkot Bogor dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Dan saya cek sekarang tingkat keterisiannya ada 29 persen. Ini masih kita jaga karena kalau misalnya full sampai 64, kita membutuhkan penambahan tenaga kesehatan. Saat ini jumlah nakesnya itu 225 orang," tutur dia.

Untuk para nakes yang ada di RSL terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan karyawan lainnya.

Ia memperkirakan jumlah ini akan terus ditambah seiring penambahan jumlah pasien yang masuk ke Rumah Sakit Lapangan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jokowi Ungkap Indikasi Pencucian Uang Lewat Aset Kripto Rp 139 Triliun

Jokowi Ungkap Indikasi Pencucian Uang Lewat Aset Kripto Rp 139 Triliun

Nasional
Pertemuan Jokowi-Megawati yang Seolah Rencana Kosong

Pertemuan Jokowi-Megawati yang Seolah Rencana Kosong

Nasional
Beragam Respons Kubu Prabowo-Gibran soal 'Amicus Curiae' Megawati dan Sejumlah Tokoh Lain

Beragam Respons Kubu Prabowo-Gibran soal "Amicus Curiae" Megawati dan Sejumlah Tokoh Lain

Nasional
Yusril Harap Formasi Kabinet Prabowo-Gibran Tak Hanya Pertimbangkan Kekuatan di DPR

Yusril Harap Formasi Kabinet Prabowo-Gibran Tak Hanya Pertimbangkan Kekuatan di DPR

Nasional
Eks Ajudan Ungkap Anggaran Kementan untuk Bayar Dokter Kecantikan Anak SYL

Eks Ajudan Ungkap Anggaran Kementan untuk Bayar Dokter Kecantikan Anak SYL

Nasional
Yusril Bilang KIM Belum Pernah Gelar Pertemuan Formal Bahas Kabinet Prabowo

Yusril Bilang KIM Belum Pernah Gelar Pertemuan Formal Bahas Kabinet Prabowo

Nasional
Yusril Nilai Tak Semua Partai Harus Ditarik ke Kabinet Prabowo Kelak

Yusril Nilai Tak Semua Partai Harus Ditarik ke Kabinet Prabowo Kelak

Nasional
Cara Urus Surat Pindah Domisili

Cara Urus Surat Pindah Domisili

Nasional
Tanggal 20 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 20 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi 'Amicus Curiae' di MK

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi "Amicus Curiae" di MK

Nasional
Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Nasional
Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Nasional
PAN Minta 'Amicus Curiae' Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

PAN Minta "Amicus Curiae" Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

Nasional
KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com