Bima Arya Sebut Sudah Simulasi Kesiapan RS untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Kompas.com - 25/01/2021, 16:10 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya melayat ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWali Kota Bogor Bima Arya melayat ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku telah menggelar simulasi kesiapan rumah sakit pada April 2020 untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat akhir tahun.

"Bulan April tahun lalu, kami membuat satu simulasi model. Kita prediksikan di akhir tahun 2020 ini posisinya akan terjadi lonjakan. Di titik itu kita mungkin butuh penanganan lebih," kata Bima dalam gelar wicara BNPB bertajuk Update RS Darurat Wisma Atlet: Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Kemudian, pada November 2020, Bima mulai melihat tren kenaikan kasus Covid-19. Saat itu, menurut Bima, mulai ada keluhan masyarakat yang tidak mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

Kemudian, tingkat hunian rumah sakit di Kota Bogor sudah mencapai 80 persen. Ia menilai kondisi ini berbahaya lantaran sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 60 persen.

"Berbahaya juga kenapa? Karena kalau warga tidak kebagian tempat atau ruang isolasi, kemudian dipaksa atau terpaksa di rumah. Berpotensi meningkatkan kasus klaster keluarga, karena mereka akan menyebarkan itu di keluarga," jelasnya.

Baca juga: Bima Arya Sidak Mal hingga Restoran di Hari Pertama PPKM

Oleh karena itu, ia meminta kepada Dinas Kesehatan bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mempercepat penambahan fasilitas ruang isolasi bagi pasien tanpa gejala (OTG) maupun bergejala ringan.

Bima mengatakan, kala itu ia langsung menghubungi Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk meminta bantuan.

"Direspons cepat, dalam waktu dua minggu kemudian, rumah sakit itu selesai dibangun di lokasi Wisma Atlet Kota Bogor. Jadi hari ini kita sudah memiliki rumah sakit lapangan," terang dia.

Baca juga: Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19, Pemkot Bogor Cari Tempat Isolasi

Rumah sakit lapangan ini diperuntukkan bagi pasien bergejala ringan dan dengan komorbid.

Rumah sakit berkapasitas 7 bed IGD, 2 ICU, dan 64 unit bed itu berada di Komplek GOR Pajajaran, Kota Bogor.

"Dan saya cek sekarang tingkat keterisiannya ada 29. Ini masih kita jaga karena kalau misalnya full sampai 64, kita membutuhkan penambahan tenaga kesehatan. Saat ini jumlah nakesnya itu 225 orang," kata Bima.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Nasional
Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Nasional
Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Nasional
Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Nasional
Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Nasional
AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

Nasional
Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Nasional
Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Nasional
Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Nasional
Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Nasional
KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

Nasional
Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada 'Batch' Pertama

Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada "Batch" Pertama

Nasional
AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

Nasional
AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X