Untuk Korban Gempa Sulbar, Dinas Pendidikan Bangun Tenda Belajar Sementara

Kompas.com - 22/01/2021, 17:35 WIB
Para pengungsi korban bencana alam gempa bumi Kabupaten Majene dan Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) asal Jawa Tengah tiba di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPara pengungsi korban bencana alam gempa bumi Kabupaten Majene dan Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) asal Jawa Tengah tiba di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat Gufran Darma Dirawan mengatakan, pihaknya sudah membangun tenda-tenda pembelajaran di beberapa sekolah terdampak gempa di Sulbar untuk menunjang belajar-mengajar. 

"Saat ini kami memang sudah masuk pada masa transisi dan pemulihan. Karena khusus untuk sektor pendidikan, kami sudah membangun tenda-tenda pembelajaran yang dibangun pada beberapa sekolah terdampak gempa," kata Gufran dalam konferensi pers yang disiarkan channel YouTube BNPB, Jumat (22/1/2021).

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa di berbagai tempat sudah tersedia pos trauma healing yang menjadi salah satu kebutuhan vital bagi para korban bencana.

Baca juga: BNPB Minta Pemda Segera Selesaikan Data Rumah Rusak Pasca-gempa Sulbar

Gufran berharap, dengan adanya trauma healing, para pengungsi yang berada di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene kembali ke tempat asalnya.

"Terutama pada Kecamatan Malunda, Kecamatan Tapalang, dan Kecamatan Tapalang Barat," ujar dia. 

Pihaknya juga mengaku tengah menyusun strategi pembangunan sekolah terdampak gempa. Ia menyebut, beberapa sekolah yang rusak telah diiventarisasi.

Baca juga: Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Sementara itu, sebut dia, ada 9 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 8 sekolah menengah atas (SMA) dengan kategori rusak ringan, sedang, dan berat.

"Dari hasil identifikasi itu kami berharap bahwa dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat dalam rangka untuk bisa mempercepat proses peningkatan pendidikan di Sulbar. Kami ingin dorong secepatnya dan kami di lapangan sudah siap melaksanakan apa pun yang diamanahkan pemerintah pusat," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal dunia akibat gempa di Sulawesi Barat menjadi 91 jiwa pada Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Sempat Menginap di Solo, 54 Korban Gempa Sulbar Dipulangkan ke Daerah Asal

Dikutip dari Antara, angka tersebut didapat berdasarkan data terbaru BNPB, Kamis pukul 08.00 WIB.

"Korban meninggal 91 jiwa, hilang tiga orang, luka berat 253 orang, luka ringan 679 orang, dan luka sedang 240 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Antara.

Selain itu, diinformasikan bahwa warga yang mengungsi menjadi 9.910 jiwa.

Pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian dengan rincian Kabupaten Mamuju teridentifkasi sementara lima titik seperti di Jalu, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang, dan Kantor Bupati.

Sementara itu, di Kabupaten Majene, ada dua titik teridentifikasi yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Tetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Proyek Infrastruktur

KPK Tetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Proyek Infrastruktur

Nasional
Said Aqil Siradj Usul Jokowi Instruksikan PNS hingga Pengusaha Keluarkan Zakat 2,5 Persen

Said Aqil Siradj Usul Jokowi Instruksikan PNS hingga Pengusaha Keluarkan Zakat 2,5 Persen

Nasional
Harlah NU Ke-98, Ketua Umum PBNU: Kami Bantu Sukseskan Penanganan Pandemi Covid-19

Harlah NU Ke-98, Ketua Umum PBNU: Kami Bantu Sukseskan Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Jokowi Minta Ulama NU Bantu Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Jokowi Minta Ulama NU Bantu Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Nasional
Jokowi: NU Hampir 1 Abad Tumbuh Kokoh di Indonesia...

Jokowi: NU Hampir 1 Abad Tumbuh Kokoh di Indonesia...

Nasional
Majelis Tinggi Demokrat Sebut Tak Semua yang Dukung KLB Merupakan Pendiri Partai

Majelis Tinggi Demokrat Sebut Tak Semua yang Dukung KLB Merupakan Pendiri Partai

Nasional
Pendiri Demokrat Sebut KLB Akan Digelar Awal Maret 2021

Pendiri Demokrat Sebut KLB Akan Digelar Awal Maret 2021

Nasional
Ingin Selamatkan Partai, Pendiri Partai Demokrat Ingin KLB Bisa Segera Digelar

Ingin Selamatkan Partai, Pendiri Partai Demokrat Ingin KLB Bisa Segera Digelar

Nasional
Epidemiolog Nilai Vaksinasi Gotong Royong Ciptakan Ketidakadilan

Epidemiolog Nilai Vaksinasi Gotong Royong Ciptakan Ketidakadilan

Nasional
Malam Ini, KPK Tentukan Status Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Ditangkap di Sulsel

Malam Ini, KPK Tentukan Status Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Ditangkap di Sulsel

Nasional
Soal OTT di Sulsel, KPK Pastikan Bekerja Sesuai Prosedur Hukum yang Berlaku

Soal OTT di Sulsel, KPK Pastikan Bekerja Sesuai Prosedur Hukum yang Berlaku

Nasional
Epidemiolog Khawatir Narasi Vaksinasi Gotong Royong Membuat Pemerintah Abaikan 3T

Epidemiolog Khawatir Narasi Vaksinasi Gotong Royong Membuat Pemerintah Abaikan 3T

Nasional
KPK Masih Periksa Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Terjerat OTT di Sulsel

KPK Masih Periksa Nurdin Abdullah dan 5 Orang yang Terjerat OTT di Sulsel

Nasional
Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

Soal Permenkes 10/2021, YLBHI Nilai Pelibatan Pihak Ketiga Rawan Muncul Korupsi

Nasional
UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 27 Februari: 55.495 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X