Kemenkes: Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Jangan Berlomba-lomba Masuk RS

Kompas.com - 22/01/2021, 15:40 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir meminta masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 tidak langsung meminta dirawat atau diisolasi di rumah sakit jika tidak memiliki gejala atau gejala ringan.

"Saudara-saudara kita yang kebetulan terkonfirmasi positif dengan PCR, maka tidak usah terlalu cemas, jika itu tidak ada gejala, atau gejalanya sangat ringan jangan berlomba-lomba masuk ke rumah sakit," kata Abdul dalam diskusi bertajuk bertajuk "Kesiapan Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19", Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Menkes: Strategi Atasi Pandemi Bukan Hanya Vaksin dan Urus Rumah Sakit

Abdul mengatakan, saat ini rumah sakit memprioritaskan pasien Covid-19 yang memiliki gejala sedang dan berat.

Sementara itu, bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan puskemas atau dokter terdekat.

"Tetapi kalau ternyata tempat tinggal mereka tidak memenuhi standar untuk isolasi mandiri kita harapkan melaporkan diri ke dinas kesehatan untuk masuk ke rumah sakit," ujar dia.

Baca juga: Depok Ingin Bangun RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan 

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) rumah sakit rujukan Covid-19 di tujuh provinsi di Tanah Air mencapai lebih dari 70 persen.

Dari tujuh provinsi itu, lima di antaranya tersebar di Pulau Jawa.

"Lima dari tujuh provinsi atau sebanyak 70 persen daerah dengan angka keterpakaian tempat tidur lebih dari 70 persen ini berada di Pulau Jawa," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Kemenkes: Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Capai 64,83 Persen

Kelima provinsi yang dimaksud Wiku itu yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

Dengan adanya data ini, kata Wiku, tampak bahwa provinsi-provinsi di Pulau Jawa memiliki kasus aktif Covid-19 yang cukup tinggi sehingga angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit meningkat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X