Keterisian Tinggi, Wisma Atlet Minta Kemenkes Tambah Tenaga Medis

Kompas.com - 22/01/2021, 12:48 WIB
Ambulans memasuki Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jakarta telah mencapai 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) telah mencapai 80 persen. Dengan terus meningkatnya kasus positif, maka RS rujukan COVID-19 di Jakarta diperkirakan akan penuh pada bulan Februari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc. ANATRA FOTO/Akbar Nugroho GumayAmbulans memasuki Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Pemprov DKI Jakarta menyatakan tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di Jakarta telah mencapai 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) telah mencapai 80 persen. Dengan terus meningkatnya kasus positif, maka RS rujukan COVID-19 di Jakarta diperkirakan akan penuh pada bulan Februari 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekretariat RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kolonel Laut (K) dr RM Tjahja Nurrobi mengatakan, pihaknya telah memprediksi akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 setelah liburan akhir tahun.

Ia mengatakan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit darurat Wisma Atlet lebih dari 80 persen.

"Di Wisma Atlet sendiri saat ini sudah kapasitasnya melebihi 80 persen per hari ini. Tadi malam kita menerima kasus baru sebanyak 350 orang dan yang pulang 185 orang," kata Nurrobi dalam diskusi bertajuk 'Kesiapan Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19', Jumat (22/1/2021).

Nurrobi mengatakan, apabila pasien Covid-19 terus meningkat maka pihaknya akan mempersiapkan Wisma Atlet Pademangan yakni Tower 8, 9, dan 10

"Kita akan menyiapkan Wisma Atlet yang di Pademangan yaitu Tower 8, 9, bahkan Tower 10. Dan ini sudah kita siapkan sejak saat ini," ujarnya.

Baca juga: Update 22 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.935 Pasien Covid-19, Kapasitas Tersisa 17,7 Persen

Akan tetapi, Nurrobi mengatakan, meski pihaknya telah menyiapkan tempat tidur bagi pasien Covid-19, kebutuhan terhadap tenaga medis masih dibutuhkan.

Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta Kementerian Kesehatan untuk menambah tenaga medis di RS Darurat Wisma Atlet.

"Kita mintakan dari Kementerian Kesehatan untuk menambah. Saat ini kita jumlah personil yang ada di wisma atlet itu sekitar 2.600 terdiri dari medis dan non medis, memang SDM ini menjadi salah satu yang harus kita waspadai," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, saat ini tingkat keterisian hunian di Wisma Atlet mencapai 82,73 persen karena adanya lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Natal dan tahun baru.

"Hunian saat ini kita mencapai 82,73 persen. Jadi pasien kami saat ini adalah 4.959, dari bed yang kita siapkan 5.994. Tinggal 1.035 bed yang ada," kata Tugas dalam talkshow BNPB, Senin (18/1/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X