Kompas.com - 21/01/2021, 12:57 WIB
Sejumlah alat berat membersihkan puing reruntuhan bangunan kantor gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu  (20/1/2021). Memasuki hari keenam Pasca gempa bumi sebagian bangunan yang terdapak kerusakan berat kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat. ANTARA FOTO / Akbar Tado/foc. ANTARA FOTO/AKBAR TADOSejumlah alat berat membersihkan puing reruntuhan bangunan kantor gubernur Sulbar, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (20/1/2021). Memasuki hari keenam Pasca gempa bumi sebagian bangunan yang terdapak kerusakan berat kini mulai dibersihkan menggunakan alat berat. ANTARA FOTO / Akbar Tado/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, korban meninggal dunia akibat gempa di Sulawesi Barat bertambah menjadi 91 jiwa pada Kamis (21/1/2021).

Dikutip Antara, angka tersebut didapat berdasarkan data terbaru BNPB, Kamis pukul 08.00 WIB.

"Korban meninggal 91 jiwa, hilang tiga orang, luka berat 253 orang, luka ringan 679 orang, dan luka sedang 240 orang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Antara.

Baca juga: PMI Salurkan 250.000 Liter Air Bersih ke Sulbar dan Kalsel

Selain itu, diinformasikan bahwa warga yang mengungsi terdapat sejumlah 9.910 jiwa.

Pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian dengan rincian Kabupaten Mamuju teridentifkasi sementara lima titik seperti di Jalu, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang, dan Kantor Bupati.

Sementara di Kabupaten Majene ada dua titik teridentifikasi yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, upaya penanganan darurat masih berlangsung pasca gempa. Gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung dari 15 hingga 28 Januari 2021.

Baca juga: BMKG: 4 Fakta Peningkatan Aktivitas Gempa Januari 2021 Dibandingkan 2020

Raditya menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga melihat dampak bencana yang ditimbulkan.

Utamanya, kata dia, terkait bencana hidrometeorologi dan potensi bahaya lain yaitu gempa bumi yang terjadi setiap saat.

Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat waspada akan ancaman bahaya pandemi juga masih terus terjadi penularan.

BNPB mengingatkan untuk melakukan persiapan keluarga dalam menghadapi sejumlah potensi bahaya.

Baca juga: Berisiko Tinggi, Pencarian 3 Korban Gempa Majene yang Tertimbun Longsor Dihentikan

Hal ini dapat dilakukan melalui keluarga terlebih dulu yang mengidentifikasi potensi bahaya tersebut.

Masyarakat, tambah dia, dapat memanfaatkan aplikasi di antaranya InaRISK, Info BMKG, Magma Indonesia untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.