Anggota Komisi I Harap Pemerintahan Joe Biden Bisa Jadi Mitra Penting Indonesia Perangi Pandemi Covid-19

Kompas.com - 21/01/2021, 11:26 WIB
Unggahan Presiden Joko Widodo di Instagram @jokowi sampaikan ucapan selamat kepada Presiden AS ke-49 Joe Biden. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaUnggahan Presiden Joko Widodo di Instagram @jokowi sampaikan ucapan selamat kepada Presiden AS ke-49 Joe Biden.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Christina Aryani berharap dilantiknya Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) menjadi momentum untuk menguatkan hubungan strategis antara Indonesia dengan AS.

Ia mengatakan,  banyak hal yang harus dikuatkan antara Indonesia dengan AS, termasuk untuk memerangi pandemi Covid-19.

"Dalam konteks perang bersama pandemi Covid-19, di bawah Presiden Biden, AS dapat menjadi mitra penting Indonesia," ujar Christina melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Jokowi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membangun langkah-langkah strategis dan upaya diplomasi.

Tujuannya adalah untuk memerangi wabah Covid-19 di Tanah Air yang belum menunjukkan akan berakhir.

Selain itu, beberapa aspek yang menjadi perhatian lainnya adalah menyangkut janji kampanye Biden yang mendorong kenaikan upah minimum federal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Christina, hal itu akan berdampak pada daya beli masyarakat yang menjadi peluang untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke AS.

Baca juga: Pidato Lengkap Pelantikan Joe Biden Berulang Kali Serukan Persatuan Amerika

"Kami memprediksi adanya perhatian khusus yang akan diberikan Presiden Biden terhadap Indonesia yang selain memiliki posisi dan peran strategis di jantung Indo Pasifik, juga merupakan negara muslim terbesar di dunia," kata dia.

Menurut dia, watak kepemimpinan inklusif yang selama ini dikampanyekan Biden-Haris sebagai agenda besar demokrasi juga menjadi kesempatan baik bagi kedua negara.

Terutama dalam hal membangun kerja sama ke depannya.

Selain itu, secara khusus pihaknya juga mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memulai proses agar Indonesia kembali memiliki duta besar definitif di AS.

Baca juga: Pendukung Donald Trump, Ayah Lady Gaga Bangga Putrinya Menyanyi di Pelantikan Presiden Joe Biden

"Sehingga akselerasi hubungan kedua negara dapat segera dijalankan. Karena posisi ini kosong pasca ditugaskannya Dubes Lutfi sebagai Menteri Perdagangan," kata dia.

Diketahui, Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS ke-46.

Keduanya berhasil memenangkan pemilihan Presiden AS setelah mengalahkan Donald Trump yang merupakan Presiden AS sebelumnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

Nasional
Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Nasional
Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Nasional
Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Nasional
Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Nasional
Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Nasional
Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Nasional
KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Nasional
Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Nasional
Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Nasional
Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Nasional
Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X