Kompas.com - 19/01/2021, 14:32 WIB
Tangkapan layar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan donor plasma konvalesen di Markas PMI, Jakarta, Senin (18/1/2021). ISTIMEWATangkapan layar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan donor plasma konvalesen di Markas PMI, Jakarta, Senin (18/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah melanda wilayah Tanah Air lebih dari sepuluh bulan. 

Sejak saat itu, banyak pihak, baik masyarakat maupun pejabat di tingkat pusat maupun daerah, yang terpapar penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut.

Di jajaran Kabinet Indonesia Maju, setidaknya sudah ada lima menteri yang diketahui terpapar Covid-19. Namun, tidak semua menteri yang terpapar bersedia mengumumkan kondisi kesehatannya secara terbuka. 

Terbaru, menteri yang diketahui terpapar Covid-19 adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Berikut rincian lengkap para menteri yang pernah terpapar virus corona:

1. Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merupakan menteri pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah terkonfirmasi positif, pihak Budi Karya Sumadi pun langsung mengumumkan kepada publik bahwa ia terpapar.

Atas persetujuan keluarga, Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang didampingi Wakil Kepala RSPAD Budi Sulistya pada 14 Maret 2020 mengumumkan kabar tersebut.

Budi pun dinyatakan sembuh pada pertengahan April 2020 setelah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Baca juga: Budi Karya Positif Corona, Presiden Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Menhub Ad Interim

2. Edhy Prabowo

Saat masih menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo pernah terpapar Covid-19 pada awal September 2020.

Informasi bahwa Edhy terpapar Covid-19 pertama kali disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan.

Adapun Komisi IV merupakan mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Iya, saya mendapat kabar dari staf KKP," kata Daniel kepada Kompas.com pada 8 September 2020.

Informasi itu pun diperkuat oleh pernyataan Juru Bicara Khusus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang membenarkan kabar tersebut.

Edhy Prabowo sendiri merupakan kader Partai Gerindra.

Namun, Dasco menyampaikan hal itu setelah Edhy sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Komisi IV DPR Akui Dapat Kabar Menteri Edhy Positif Covid-19

Menurut dia, Edhy pertama kali dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia lantas dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat dan sempat mendapatkan perawatan di ruang intensive care unit (ICU).

Pada pertengahan September, Edhy pun dinyatakan sembuh.

3. Fachrul Razi

Saat masih menjabat sebagai Menteri Agama, Fachrul Razi juga pernah terinfeksi Covid-19.

Informasi tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal yang menyatakan bahwa pada 17 September, Fachrul melakukan tes swab dengan hasil positif.

Akibatnya, Fachrul pun harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta Pusat selama beberapa hari.

Pada akhir September, ia pun dinyatakan sembuh.

Baca juga: Menag Positif Covid-19, Istana: Sudah 2 Bulan Tidak Ketemu Presiden Jokowi

4. Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah merupakan menteri keempat di Kabinet Indonesia Maju yang terpapar Covid-19.

Ida mengumumkan sendiri bahwa dirinya positif Covid-19 melalui pesan singkat pada 3 Desember 2020.

Ia menyatakan bahwa hasil tes polymerase chain reaction (PCR)-nya menunjukkan positif.

Kesembuhan Ida pun diketahui pada 12 Januari lalu berdasarkan pernyataan Kepala Seksi Pemberitaan Humas Kemenaker Dicky Risyana.

Dicky mengataka bahwa Ida sudah sehat dan sembuh dari Covid-19 dan sudah beraktivitas kembali seperti biasa.

Baca juga: Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

5. Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto rupanya pernah terpapar Covid-19.

Meski tidak pernah mengumumkan secara resmi, tetapi kepastian bahwa Airlangga Hartarto sempat terkena Covid-19 diketahui saat ia mendonorkan plasma konvalesen, Senin (18/1/2021).

Saat itu, pemerintah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) tengah mencanangkan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen yang ditandai dengan donasi plasma konvalesen dari pejabat penyintas Covid-19 untuk pasien yang masih sakit.

Di acara tersebut, Airlangga menjadi orang pertama yang mendonasikan plasma konvalesen yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang masih dirawat.

Seseorang bisa mendonasikan plasma konvalesen apabila ia pernah terpapar Covid-19.

Plasma tersebut akan digunakan untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 yang masih positif dengan tujuan membentuk antibodi.

Namun selama ini, tidak pernah muncul informasi resmi ke publik mengenai Airlangga Hartarto yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Kemenko Perekonomian Benarkan Airlangga Hartarto Sempat Positif Covid-19

Padahal Airlangga merupakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan seorang pejabat publik yang seharusnya mengumumkan jika ia terpapar Covid-19.

Di acara yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla pun menyebut bahwa Airlangga Hartarto adalah seorang penyintas Covid-19.

"Yang saya hormati Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang hari ini jadi salah satu penyintas yang mendonorkan plasma konvalesennya," kata Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Sebelumnya, pada November 2020, sempat muncul kabar di kalangan wartawan bahwa Airlangga Hartarto terpapar Covid-19.

Namun saat itu Kompas.com tidak mendapatkan jawaban dari pihak Airlangga hingga Istana Kepresidenan.

Hanya saja setelah donasi yang dilakukan Airlangga tersebut, pihak Istana Kepresidenan pun mengaku tak tahu jika Airlangga Hartarto pernah terpapar Covid-19.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan, belum pernah ada pemberitahuan resmi terkait hal ini.

"Kami tidak tahu juga kalau positif. Kalau saya dan jajaran Setpres tidak tahu, tidak ada pemberitahuan resmi," kata Heru saat dihubungi wartawan, Selasa (19/1/2021).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pernah meminta agar para pejabat publik lebih transparan dalam menyampaikan kondisi kesehatan masing-masing.

Mereka juga diminta tak perlu khawatir dengan stigma negatif yang mungkin akan muncul di benak publik.

"Karena virus ini tidak mengenal jabatan, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal umur dan tidak menengal waktu. Siapa pun bisa terkena," ucap Wiku saat memberikan keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Airlangga Hartarto dan Ketidakterbukaan Pejabat Publik yang Terinfeksi Covid-19

Terlebih, para pejabat publik kerap kali melakukan aktivitas dengan mobilitas tinggi dan bertemu banyak pihak.

Mereka harus terbuka agar jika terpapar Covid-19, mudah menelusuri apabila ada pihak lain yang melakukan kontak dekat dengan pejabat yang dimaksud.

Di sisi lain, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan juga telah meminta Presiden Jokowi membuat instruksi kepada para pejabat publik.

Baik pejabat di tingkat pusat maupun daerah agar bersikap terbuka jika terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut dia, keterbukaan informasi merupakan tanggung jawab seorang pejabat publik agar penularan Covid-19 tidak makin meluas.

"Harus ada komando langsung dari presiden agar pejabat publik terbuka. Jadi perlu ditegaskan, jika pejabat publik positif Covid-19 harus declare," kata Djohermansyah saat dihubungi, Kamis (17/9/2020) lalu.

Baca juga: LaporCovid-19: Tempat Tidur ICU Khusus Covid-19 di Jakarta Sudah Penuh

Djohermansyah mengatakan, pejabat publik harus menjadi teladan bagi masyarakat.

Di sisi lain, Covid-19 semestinya tidak dipandang sebagai sebuah aib.

Terlebih, bagi para pejabat publik yang kerap bertemu dengan banyak orang.

"Tapi ini bukan soal itu, ini adalah virus yang bisa menular, sehingga wajib bagi pejabat publik yang memiliki tanggung jawab untuk declare," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua Komisi I Prediksi Jokowi Hanya Akan Kirim Satu Nama Pengganti Panglima TNI

Ketua Komisi I Prediksi Jokowi Hanya Akan Kirim Satu Nama Pengganti Panglima TNI

Nasional
Komnas Perempuan Nilai Perlu Ada Perbaikan Sistem Pembuktian di Kasus Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan Nilai Perlu Ada Perbaikan Sistem Pembuktian di Kasus Kekerasan Seksual

Nasional
Buntut Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Menpora dan Pengurus LADI Didesak Mundur

Buntut Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Menpora dan Pengurus LADI Didesak Mundur

Nasional
Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Menpora dan Pengurus LADI Dinilai Lalai

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Menpora dan Pengurus LADI Dinilai Lalai

Nasional
Merah Putih Tak Berkibar Saat Indonesia Menangkan Piala Thomas, Bermula dari Bobroknya Administrasi Indonesia

Merah Putih Tak Berkibar Saat Indonesia Menangkan Piala Thomas, Bermula dari Bobroknya Administrasi Indonesia

Nasional
BRIN Hendak Pindahkan Eijkman ke Cibinong, Peneliti Ungkap Keberatan

BRIN Hendak Pindahkan Eijkman ke Cibinong, Peneliti Ungkap Keberatan

Nasional
Tak Punya Rp 10 Miliar Bayar Stepanus Robin, Rita Konsultasi dengan Azis Syamsuddin

Tak Punya Rp 10 Miliar Bayar Stepanus Robin, Rita Konsultasi dengan Azis Syamsuddin

Nasional
Rita Widyasari Mengaku Diminta Rp 10 Miliar oleh Maskur Husain dan Stepanus Robin untuk Urus Perkara

Rita Widyasari Mengaku Diminta Rp 10 Miliar oleh Maskur Husain dan Stepanus Robin untuk Urus Perkara

Nasional
Komnas Perempuan Dukung Polri Buka Lagi Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Komnas Perempuan Dukung Polri Buka Lagi Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur

Nasional
Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Yusmin Ohorella Didakwa Penganiayaan yang Akibatkan Kematian

Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Yusmin Ohorella Didakwa Penganiayaan yang Akibatkan Kematian

Nasional
Menlu RI dan Malaysia Bahas Konsensus ASEAN yang Tak Direspons Myanmar

Menlu RI dan Malaysia Bahas Konsensus ASEAN yang Tak Direspons Myanmar

Nasional
Kuasa Hukum Dua Polisi Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Eksepsi

Kuasa Hukum Dua Polisi Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Eksepsi

Nasional
Bertemu Menlu Malaysia, Retno Dorong Kerja Sama Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Bertemu Menlu Malaysia, Retno Dorong Kerja Sama Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Nasional
Golkar Targetkan Menang Pilpres, Pilkada di atas 60 Persen dan Pileg 20 Persen

Golkar Targetkan Menang Pilpres, Pilkada di atas 60 Persen dan Pileg 20 Persen

Nasional
Rita Widyasari Sebut Azis Syamsuddin Datang ke Lapas lalu Kenalkan Stepanus Robin untuk Urus Kasus

Rita Widyasari Sebut Azis Syamsuddin Datang ke Lapas lalu Kenalkan Stepanus Robin untuk Urus Kasus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.