Kompas.com - 19/01/2021, 07:22 WIB
Vaksinator mengikuti simulasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat (15/1/2021) (Istimewa) KOMPAS.com/Tresno SetiadiVaksinator mengikuti simulasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat (15/1/2021) (Istimewa)


JAKARTA, KOMPAS.com – Penolakan terhadap vaksin Covid-19 bermunculan seiring dengan dimulainya program vaksinasi massal untuk memutus mata rantai penularan virus corona di Indonesia.

Penyebab penolakan vaksin bermacam-macam. Ada yang disebabkan oleh hoaks seputar vaksin dan ada pula yang disebabkan faktor agama, yakni terkait kehalalan bahan baku vaksin.

Kendati demikian, penolakan terhadap vaksin bukan kali pertama terjadi di Indonesia saat pandemi Covid-19 menjangkiti masyarakat.

Baca juga: Perwira TNI Ini Kaget Jadi Korban Hoaks Meninggal Setelah Terima Vaksin

Jauh sebelum itu, sejarah mencatat penolakan terhadap vaksin selalu ada sejak era Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.

Era Hindia Belanda

Pada era pemerintahan Hindia Belanda, penduduk di Kepulauan Nusantara pernah berhadapan dengan penyakit cacar dan kolera yang menyebar pada sejumlah daerah perdagangan di Pulau Jawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masyarakat yang saat itu belum begitu mengenal pengobatan modern kerap kali mengaitkan penyakit ini dengan kepercayaan tradisional, seperti roh atau kutukan.

Pada suasana seperti itulah vaksin untuk pertama kali hadir di tengah-tengah masyarakat.
Alhasil, persinggungan antara kepercayaan tradisional dan langkah kesehatan modern menimbulkan pergulatan tersendiri antara pemerintah dan masyarakat dalam proses vaksinasi.

Pada penyakit cacar, misalnya, vaksin yang tiba di Indonesia pada awal abad ke-19 pernah ditolak oleh sebagian masyarakat di Pulau Jawa karena dinilai sebagai jalan menolak takdir.

Bahkan, berita bohong juga tersebar untuk memengaruhi masyarakat agar tidak bersedia divaksinasi (Baha’ Uddin, 2006).

Baca juga: Kementerian BUMN Bantah Ada “Chip” di Dalam Vaksin Covid-19

Sebagai solusi, pemerintah Hindia Belanda saat itu merekrut mantri cacar untuk melakukan vaksinasi. Kedekatan kultural antara masyarakat Jawa dengan mantri menjadi jalan pembuka penerimaan masyarakat terhadap vaksin.

Hingga tahun 1860 terdapat 479.768 penduduk di Jawa dan Madura yang menerima vaksin cacar.

Selain cacar, vaksin juga digunakan untuk mengatasi penyebaran penyakit kolera pada awal abad ke-20. Penolakan dan rasa takut untuk menerima vaksin juga dirasakan oleh sejumlah masyarakat di Batavia saat itu.

Sebagai strategi untuk mempermudah vaksinasi, pemerintah kala itu memberi layanan vaksin dengan menggandeng pelajar STOVIA dan sejumlah mantri.

Selain di rumah sakit, vaksinasi juga dilakukan pada beberapa klinik untuk memperluas jangkauan masyarakat.

Baca juga: Wapres: Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Harus Bijak, Jangan Ada Kesan Memaksa

Upaya ini cukup membuahkan hasil. Hingga tahun 1914, sebanyak 64.756 penduduk di Batavia dan sekitarnya telah menerima vaksin kolera (Bek, 2017).

Era Indonesia merdeka

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Mensos Sebut Bansos Tunai Tak Lagi Dilanjutkan

Mensos Sebut Bansos Tunai Tak Lagi Dilanjutkan

Nasional
Polri Pastikan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Muhammad Kece Tetap Diproses

Polri Pastikan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Muhammad Kece Tetap Diproses

Nasional
Menpan RB: Penundaan SKD Diupayakan Tak Ubah Jadwal Tes CPNS Keseluruhan

Menpan RB: Penundaan SKD Diupayakan Tak Ubah Jadwal Tes CPNS Keseluruhan

Nasional
Pasal Integrasi Lembaga Riset dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

Pasal Integrasi Lembaga Riset dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

Nasional
Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

Nasional
Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

Nasional
Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Nasional
Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat 'Booster' Vaksin Covid-19

Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat "Booster" Vaksin Covid-19

Nasional
Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

Nasional
Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

Nasional
Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

Nasional
Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

Nasional
Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.