Swab Antigen Disiapkan untuk Antisipasi Penularan Covid-19 di Pengungsian Gempa Sulbar

Kompas.com - 18/01/2021, 10:47 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai memantau kedatangan 15 juta dosis vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (12/1/2021). Foto: BNPB. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKetua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai memantau kedatangan 15 juta dosis vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (12/1/2021). Foto: BNPB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mendukung penyediaan alat test cepat antigen di lokasi pengungsian gempa Sulawesi Barat.

Hal ini dilakukan untuk memeriksa dan menelusuri adanya penularan Covid-19 di tempat tersebut.

“Nanti akan ada proses swab antigen, untuk kita menjamin para pengungsi tidak terpapar Covid-19,” kata Doni dalam keterangan tertulis, Minggu (17/1/2021).

Lanjut Doni, apabila terdapat pengungsi yang reaktif swab antigen, maka akan segera mendapatkan tindak lanjut dari Dinas Kesehatan setempat.

Baca juga: UPDATE 18 Januari: 19.435 Orang Mengungsi akibat Gempa Sulbar

Ia juga meminta penangananan pengungsian warga yang terdampak Gempabumi Sulbar agar memisahkan antara kelompok rentan dengan usia muda.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah penularan dan mengantisipasi adanya potensi risiko penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, telah terjadi gempa susulan bermagnitudo 5 di Kabupaten Majene pada Sabtu (16/1/2021) pukul 06.32 WIB.

BMKG juga memprediksi gempa susulan yang masih akan terjadi.

Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu.

Baca juga: 81 Orang Meninggal akibat Gempa di Mamuju-Majene hingga Minggu Malam

Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Sementara itu, hingga Minggu (17/1/2021) pukul 20.00, terdapat 81 orang meninggal dunia akibat gempa Sulbar.

Rinciannya yaitu 70 orang di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X