PBNU Minta Jangan Ada yang Manfaatkan Gempa Majene untuk Membuat Hoaks atau Ujaran Kebencian

Kompas.com - 15/01/2021, 12:58 WIB
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas. Dok PribadiKetua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas meminta masyarakat untuk memperkuat solidaritas guna membantu korban gempa di Majene.

Ia meminta masyarakat berdoa untuk para korban yang terdampak gempa agar dapat diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi.

“Duka Majene, duka Mamuju, duka kita semua. Mari kita perkuat solidaritas untuk membantu meringankan para korban terdampak,” kata Robikin kepada Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Robikin menuturkan, Nahdlatul Ulama sedang bergerak menuju lokasi terdampak gempa untuk menyalurkan bantuan.

Baca juga: 2 Gempa Majene Berkaitan dan Merusak, Kenapa yang Kedua Lebih Dahsyat?

Ia pun berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan musibah ini untuk menyebarkan berita bohong ataupun ujaran kebencian.

“Dengan segala hormat, mohon tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan secara salah momentum musibah ini untuk membuat dan menyebarkan hoaks maupun fake news, apalagi ujaran bernada kebencian,” kata Robikin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau belum memiliki kesanggupan untuk membantu korban terdampak, cukup bagi kita turut mendoakan atau menunjukkan sikap empati dengan baik,” tutur dia.

Diberitakan, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan sekitarnya pada Jumat (15/1/2021) sekitar 01.28 WIB.

Baca juga: Antisipasi Gempa Susulan di Majene, BMKG Imbau Masyarakat Evakuasi ke Tempat Aman

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene. Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer.

Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Sebelumnya, pada Kamis (14/1/2021) sekitar 13.35 WIB, Majene juga diguncang gempa dengan kekuatan 5,9 magnitudo.

Guncangan terasa hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan beberapa daerah di Pulau Kalimantan.

Baca juga: Pemerintah Beri Santunan Korban Gempa Majene yang Meninggal Rp 15 Juta Per Orang

Gempa ini juga dilaporkan menyebabkan sejumlah gedung roboh dan longsor di kawasan perbukitan.

Antara melaporkan, sejumlah bangunan bertingkat di kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, roboh akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi Jumat, pukul 02.28 Wita.

Gempa yang berdampak di Mamuju ini berpusat enam kilometer timur laut Kabupaten Majene 2.98 LS-118.94 BT pada kedalaman 10 kilometer, juga merusak gedung rumah sakit Mamuju.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.