Efek Vaksinasi Belum Diketahui, Semua Pihak Diminta Terapkan 3T dan 5M

Kompas.com - 14/01/2021, 14:45 WIB
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Sinovac Covid-19 saat pelaksanaan vaksin untuk tenaga medis di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/20210). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOTenaga kesehatan menunjukkan vaksin Sinovac Covid-19 saat pelaksanaan vaksin untuk tenaga medis di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/20210). Vaksinasi tahap awal akan menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi dan peneliti pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, sejauh ini efek vaksinasi Covid-19 terhadap kekebalan tubuh penerimanya belum diketahui. 

Untuk itu, baik mereka yang sudah menerima vaksin maupun masyarakat yang masih menunggu tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

"Kan belum diketahui saat ini efek proteksi, kekebalan imunitasnya berapa lama bertahan. Diperkirakan paling pesimis itu enam bulan, paling lama saat ini masih di kisaran satu atau dua tahun," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Alasan Kota Tangerang Baru Lakukan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama pada Februari

Sehingga, penerima vaksi harus kembali divaksinasi setelah antibodi tersebut terbentuk.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat ini juga muncul mutasi Covid-19 jenis baru yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan juga menjadi ancaman.

"Diduga kan virus baru itu masih bisa efektif bahkan dengan adanya vaksin-vaksin di dunia saat ini. Tapi itu kan harus menunggu penelitian juga," ujarnya.

Menurut dia, hal-hal ini harus menjadi pertimbangan bagi semua pihak agar tidak serta merta menganggap vaksin sebagai jalan satu-satunya keluar dari pandemi.

Sebaliknya, ia berpendapat, penerima vaksin tetap menerapkan 3T dan 5M.

"Karena kalau tidak ya kita akan makin jauh dari status terkendali. Wah, jadi semakin lama selesainya pandemi ini," tuturnya.

Adapun strategi 3T yang dimaksud yaitu testing, tracing, dan treatment. Strategi ini, menurut Dicky, perlu terus digencarkan oleh pemerintah jika benar-benar ingin memutus mata rantai Covid-19.

Sementara untuk masyarakat, Dicky meminta agar terus menjalankan strategi 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas interaksi, dan menghindari kerumunan.

Baca juga: Tak Ikut Vaksinasi di Istana, Dokter Tirta Minta Divaksin di Puskesmas Sleman

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama Indonesia yang menjadi peserta vaksinasi Covid-19.

Penyuntikan vaksin buatan Sinovac tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2021), yang diikuti sejumlah pejabat negara hingga influencer.

Sejumlah pejabat yang mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap pertama bersama Jokowi, di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis, dan artis Raffi Ahmad. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X