Belum Terdaftar Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan? Simak Cara-cara Berikut

Kompas.com - 14/01/2021, 06:24 WIB
Simulasi vaksinasi Covid-19 digelar di Puskesmas Kawatuna, Kota Palu, Rabu (13/1/2020). KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATISimulasi vaksinasi Covid-19 digelar di Puskesmas Kawatuna, Kota Palu, Rabu (13/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anas Ma'ruf mengatakan, para tenaga kesehatan yang belum mendapatkan SMS blasting oleh pemerintah masih dapat melakukan registrasi ulang database.

"Bagi mereka yang belum terdaftar dan merasa petugas kesehatan atau SDM kesehatan yang belum mendapatkan blasting dan sebagainya, maka masih diberi kesempatan untuk mendaftar ulang," kata Anas dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Namun, para tenaga kesehatan perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa tahapan yang harus dilakukan.

Baca juga: Menkes Bingung Data Tenaga Kesehatan Penerima Vaksin Covid-19 Berubah-ubah

Pertama, tenaga kesehatan meminta surat keterangan yang menyatakan yang bersangkutan adalah Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dari Kepala Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tempat yang bersangkutan bekerja.

"Kemudian mengirimkan email ke vaksin@pedulilindungi.id atau bisa juga meng-update di SISDMK atau Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan," ucap Anas.

Dalam email pendaftaran tersebut, tenaga kesehatan perlu mencantumkan beberapa data seperti nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, nomor handphone, dan surat keterangan dari Fasyankes.

Setelah itu, Kemenkes akan melakukan verifikasi dan mengirimkan data SDMK yang bersangkutan ke Sistem Satu Data Vaksin.

"Kemudian kalau memang sudah valid, akan kita masukkan data ini ke database lagi di aplikasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 dan nanti akan dikirimkan SMS sesuai dengan alur," ujarnya.

Baca juga: Cerita Menkes Sering Dapat Keluhan soal Data Kapasitas Rumah Sakit

Kemudian, tahapan akan dilanjutkan dengan proses pendaftaran vaksinasi.

Di samping itu, Anas juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengirimkan SMS blasting terhadap 500.000 orang tenaga kesehatan sejak Selasa (12/1/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Nasional
Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Nasional
Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Nasional
Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Nasional
BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

Nasional
Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Nasional
Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Nasional
Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Nasional
Kasus Kontroversi 'Swab Test', Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Kasus Kontroversi "Swab Test", Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Nasional
Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X