Kompas.com - 10/01/2021, 16:43 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dokumen PDI-PKetua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku bersyukur menjadi warga Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Megawati, dalam situasi seperti ini, rakyat di Tanah Air masih hidup dengan rukun.

Hal ini tidak nampak pada penduduk Amerika Serikat yang belakangan tidak hanya dilanda pandemi, tetapi juga peristiwa yang merusak demokrasi.

Baca juga: Megawati: Belasungkawa Mendalam atas Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air...

"Coba bayangkan seperti apa kalau kita melihat, baru beberapa hari yang lalu negara besar yang bernama Amerika Serikat, sudah mengalami Covid, lalu merusak demokrasinya dengan cara yang seperti begitu," kata Megawati saat berpidato dalam HUT PDI-P ke-48 secara virtual, Minggu (10/1/2021).

"Saya merenung dan mengatakan, aduh, Alhamdulillah saya adalah warga bangsa Indonesia," tuturnya.

Megawati menyadari bahwa akibat Covid-19 terjadi penurunan pada sektor ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Saat Megawati Tolak Permintaan Bush Ekstradisi Ba’asyir ke Guantanamo

Namun, ia tetap bersyukur bahwa masyarakat masih hidup dengan bergotong royong.

"Alhamdulillah, Bapak Presiden, menurut saya, dengan keadaan Covid-19 ini, Alhamdulillah sekali, karena gotong royong rakyat kita masih dapat hidup," ujarnya.

Megawati pun menekankan tentang luhurnya nilai-nilai Pancasila yang dimiliki bangsa Indonesia.

Dengan dasar-dasar ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan sosial, kata dia, Indonesia tidak lagi membutuhkan pedoman lainnya, termasuk dalam situasi sulit akibat pandemi.

Baca juga: Jika Tak Puas Covid-19 Masyarakat Salahkan Pemerintah, Megawati: Enak Saja!

Megawati mengatakan, kondisi sulit bukan menjadi alasan untuk kehilangan kepribadian bangsa akan nilai-nilai Pancasila.

"Saat ini adalah momentum yang tepat bagi kita semua untuk ada dalam satu semangat, satu barisan, satu gerakan, yaitu semangat gotong royong Pancasila," kata dia.

Diberitakan sebelumnya bahwa hari pengesahan kemenangan Presiden AS terpilih, Joe Biden, oleh Kongres di Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021) mengejutkan dunia.

Proses pengesahan itu diperkirakan akan berjalan mulus seperti prosedur yang telah dilakukan di tahun-tahun lalu.

Namun, tak disangka, ketika acara berlangsung, Gedung Capitol diserbu massa pendukung Presiden Donald Trump yang berupaya untuk menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Ketiga Akan Terdampak Varian Delta

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Ketiga Akan Terdampak Varian Delta

Nasional
Kematian akibat Covid-19 Tembus 1.000 Per Hari dalam 3 Minggu, Ini Penyebabnya Menurut Epidemiolog

Kematian akibat Covid-19 Tembus 1.000 Per Hari dalam 3 Minggu, Ini Penyebabnya Menurut Epidemiolog

Nasional
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal Ketiga Bisa Maksimal jika Varian Delta Dikendalikan

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal Ketiga Bisa Maksimal jika Varian Delta Dikendalikan

Nasional
Satgas Ungkap 5 Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 Tinggi, Depok Nomor Satu

Satgas Ungkap 5 Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 Tinggi, Depok Nomor Satu

Nasional
Triwulan II 2021, Menteri KP Berhasil Bawa Sektor Perikanan Tumbuh hingga 9,69 Persen

Triwulan II 2021, Menteri KP Berhasil Bawa Sektor Perikanan Tumbuh hingga 9,69 Persen

Nasional
13 Poin Keberatan KPK atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan Ombudsman Terkait Alih Status Pegawai

13 Poin Keberatan KPK atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan Ombudsman Terkait Alih Status Pegawai

Nasional
KPK Sebut LAHP Ombudsman Cederai Hukum

KPK Sebut LAHP Ombudsman Cederai Hukum

Nasional
Vaksinasi Dosis Ketiga Nakes Ditargetkan Rampung Pekan Kedua Agustus

Vaksinasi Dosis Ketiga Nakes Ditargetkan Rampung Pekan Kedua Agustus

Nasional
Satgas: Hingga 3 Agustus, Capaian Vaksinasi Covid-19 Baru 10 Persen Total Sasaran

Satgas: Hingga 3 Agustus, Capaian Vaksinasi Covid-19 Baru 10 Persen Total Sasaran

Nasional
Soal Nota Kesepahaman Backdate, KPK Sebut Tak Jadi Digunakan Karena TWK Dibiayai BKN

Soal Nota Kesepahaman Backdate, KPK Sebut Tak Jadi Digunakan Karena TWK Dibiayai BKN

Nasional
Minta Polisi Hentikan Proses Hukum Dinar Candy, ICJR Nilai Bisa Timbulkan Overkriminalisasi

Minta Polisi Hentikan Proses Hukum Dinar Candy, ICJR Nilai Bisa Timbulkan Overkriminalisasi

Nasional
KPK Sebut Ombudsman Melanggar Hukum Karena Periksa Laporan yang Ditangani Pengadilan

KPK Sebut Ombudsman Melanggar Hukum Karena Periksa Laporan yang Ditangani Pengadilan

Nasional
Setuju UU ITE Direvisi, Calon Hakim Agung: Dampaknya Begitu Luas dan Masyarakat Keberatan

Setuju UU ITE Direvisi, Calon Hakim Agung: Dampaknya Begitu Luas dan Masyarakat Keberatan

Nasional
Pengamat Sebut Pemasangan Baliho Saat Pandemi Covid-19 Tunjukkan Kurangnya Empati Politisi

Pengamat Sebut Pemasangan Baliho Saat Pandemi Covid-19 Tunjukkan Kurangnya Empati Politisi

Nasional
131 Daerah Masih Catatkan 1.000 Kasus Aktif Covid-19, 83 di Antaranya di Jawa-Bali

131 Daerah Masih Catatkan 1.000 Kasus Aktif Covid-19, 83 di Antaranya di Jawa-Bali

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X