Soal Penanganan Pandemi Covid-19, Ganjar: Mari Kita Jujur dengan Data

Kompas.com - 09/01/2021, 13:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, keterbukaan data merupakan hal yang utama dalam penanganan pandemi Covid-19.

Ia menegaskan, pemerintah perlu jujur menyampaikan data agar dapat melihat dengan jelas realitas yang ada.

"Masukan saya yang pertama, mari kita jujur dengan data," kata Ganjar, dalam diskusi daring MNC Trijaya FM, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Ganjar Terbitkan Surat Edaran Penetapan 23 Daerah PPKM di Jawa Tengah

Ganjar mencontohkan, data kasus Covid-19 di Jawa Tengah sebetulnya lebih tinggi daripada yang dilaporkan pemerintah pusat. Ia mengatakan, ada 12 ribu lebih kasus Covid-19 di Jateng yang belum masuk dalam catatan data pusat.

Soal pencatatan data itu kemudian dinegosiasikan dengan pusat. Ganjar bercerita, pemerintah pusat khawatir jika pencatatan data itu menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 signifikan secara tiba-tiba untuk wilayah Jateng.

"Saya bilang tidak apa-apa. Nanti kenaikan di Jateng cukup tinggi, tidak apa-apa. Kita butuh jujur, kita butuh kredibel. Kita butuh mengerti dan melihat realitas di lapangan," tuturnya.

Baca juga: Ganjar: Kudus, Pati, dan Magelang Ikut Serta Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali

Karena itu, berkaitan dengan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat, Ganjar akan melakukannya di semua daerah.

Menurutnya, pembatasan kegiatan masyarakat itu tidak cukup hanya dilakukan untuk Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Kota Surakarta, sebagaimana tertuang di Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021.

"Maka saya perintahkan semua jalan. Kalau saya diminta kalau mau sebetulnya semua saja," ujar Ganjar.

"Saya tidak mau bicara di sini oranye, di sini kuning. Sekarang kita harus berpikir lebih baik semuanya merah," tegasnya.

Baca juga: Menristek: GeNose C19 Alat Screening Cepat Covid-19, Bukan Diagnosis

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga sempat menyinggung soal GeNose C19, alat deteksi Covid-19 yang diciptakan tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia mengatakan sudah mempromosikan alat itu ke Satgas Penanganan Covid-19 dan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, jika GeNose dapat digunakan secara massal di puskesmas, tingkat pengetesan Covid-19 di Indonesia akan tinggi. Dengan demikian, pemerintah bisa mengambil kebijakan penanganan pandemi dengan tepat.

"Bayangkan kalau di setiap puskesmas punya alat ini, dengan satu alat bisa mengetes 100 ribu (orang), terbayangkan tidak coverage-nya? Kita sebagai bangsa tidak usah takut tinggi banget atau rendah banget, tidak usah. Tes saja terus makin banyak agar treatment kita tidak keliru," kata Ganjar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doni Monardo Minta Instansi Pemerintah Hingga BUMN Awasi Mobilitas Karyawan Selama 11-14  Maret

Doni Monardo Minta Instansi Pemerintah Hingga BUMN Awasi Mobilitas Karyawan Selama 11-14 Maret

Nasional
Menpan RB Minta Penerapan Larangan Bepergian ASN Dilaporkan Online

Menpan RB Minta Penerapan Larangan Bepergian ASN Dilaporkan Online

Nasional
Menlu: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Didapatkan dari Jalur Multilateral

Menlu: 1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Didapatkan dari Jalur Multilateral

Nasional
Kemenkes Sebut Empat Temuan Varian Baru Covid-19 Ditemukan Di 4 Provinsi Ini..

Kemenkes Sebut Empat Temuan Varian Baru Covid-19 Ditemukan Di 4 Provinsi Ini..

Nasional
Kemenkes: Virus Corona B.1.1.7 Lebih Menular, tapi Tidak Lebih Mematikan

Kemenkes: Virus Corona B.1.1.7 Lebih Menular, tapi Tidak Lebih Mematikan

Nasional
Jhoni Allen Sebut Terpilihnya Moeldoko Tak Terkait dengan Jabatannya di Pemerintahan

Jhoni Allen Sebut Terpilihnya Moeldoko Tak Terkait dengan Jabatannya di Pemerintahan

Nasional
Pemeriksaan Spesimen Rendah, IDI Ingatkan Pemerintah Bahaya Rasa Aman Palsu

Pemeriksaan Spesimen Rendah, IDI Ingatkan Pemerintah Bahaya Rasa Aman Palsu

Nasional
4 Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Sempat Alami Gejala Ringan dan Sedang

4 Pasien yang Terpapar Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Sempat Alami Gejala Ringan dan Sedang

Nasional
Pemerintah Klaim PPKM Mikro Berhasil Tekan Kasus Aktif Covid-19

Pemerintah Klaim PPKM Mikro Berhasil Tekan Kasus Aktif Covid-19

Nasional
Dibatalkan, Putusan PTUN soal Pernyataan Jaksa Agung terkait Tragedi Semanggi

Dibatalkan, Putusan PTUN soal Pernyataan Jaksa Agung terkait Tragedi Semanggi

Nasional
Indonesia Kedatangan 1 Juta Vaksin Astrazeneca

Indonesia Kedatangan 1 Juta Vaksin Astrazeneca

Nasional
Menkes: 4 Pasien yang Terpapar Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7 Sudah Sembuh

Menkes: 4 Pasien yang Terpapar Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7 Sudah Sembuh

Nasional
Menpan RB Larang ASN dan Keluarganya Pergi ke Luar Daerah Selama 10-14 Maret

Menpan RB Larang ASN dan Keluarganya Pergi ke Luar Daerah Selama 10-14 Maret

Nasional
Tak Hanya Jawa-Bali, PPKM Mikro Jilid III Berlaku di Kaltim, Sulsel, dan Sumut

Tak Hanya Jawa-Bali, PPKM Mikro Jilid III Berlaku di Kaltim, Sulsel, dan Sumut

Nasional
UPDATE: 24.645 Tenaga Kesehatan Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE: 24.645 Tenaga Kesehatan Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X