Kompas.com - 09/01/2021, 13:00 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, sektor wisata di Kota Batu masih terpuruk. Sejak dibuka kembali pada pertengahan tahun lalu, kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi masih rendah, berkisar 10 hingga 20 persen dari total kapasitas.

Hal ini yang menyebabkan sektor wisata tetap dibuka pada saat pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang akan berlangsung pada 11 hingga 25 Januari 2021.

"Tetap buka (tempat wisata). Tapi itu, siapa yang mau datang. Kemarin saja tahun baru hanya 10 persen dan 20 persen," kata Dewanti saat diwawancara di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Jawa Timur, pada Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Wali Kota Batu: Dokumen yang Dicari KPK Tidak Ada di Saya

Kunjungan wisatawan turun drastis

Dewanti mengatakan, kerumunan di tempat wisata tidak mengkhawatirkan. Sebab, jumlah kunjungan wisatawan masih jauh berada di angka batas maksimal untuk protokol kesehatan, yakni 50 persen dari total kapasitas.

"Kalau melihat situasi kondisi Kota Batu, tadi saya mendapat laporan kunjungan baik hotel maupun tempat wisata, itu jauh dari target. Kayak Selecta, itu cuma 10 persen, terus Jatim Park 20 persen. Sehingga, itu tidak jadi masalah kerumunan. Padahal, mereka menargetkan 50 persen itu masih bisa," jelasnya.

Menurutnya, hingga kondisi saat ini, pengelola tempat wisata masih merugi.

"Sampai sekarang tempat-tempat wisata itu terus terang operasionalnya tidak nutut alias merugi. Itu tempat wisata, hotel pun demikian," katanya.

Baca juga: Usut Kasus Gratifikasi, KPK Geledah Kantor Wali Kota Batu

Alun-alun Kota Batu tidak akan ditutup

Begitu juga dengan Alun-alun Kota Batu, lokasi itu juga tidak akan ditutup. Pihaknya mengaku hanya akan memperketat kunjungan ke alun-alun tersebut.

Alun-alun Kota Batu akan ditutup ketika warga yang datang berkerumun melebihi batas maksimal 50 persen dari total kapasitas.

"Tetapi, ketika itu (kerumunan) tidak bisa diatasi, hal-hal itu tidak mengikuti aturan, terpaksa ditutup," katanya.

Diketahui, Kota Batu, Jawa Timur merupakan salah satu jujukan wisata. Kota yang diapit pegunungan itu menyimpan banyak destinasi.

Sementara itu, Kota Batu dan daerah lainnya di Malang Raya menjadi sasaran pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menanggulangi sebaran Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak 'Private Jet' yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Jejak "Private Jet" yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Nasional
Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Nasional
Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya 'Kongkow'

Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya "Kongkow"

Nasional
Puan Bicara 'Sinyal' Koalisi PDI-P dengan PKB

Puan Bicara "Sinyal" Koalisi PDI-P dengan PKB

Nasional
Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Nasional
Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Nasional
Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama 'Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik'

Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama "Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik"

Nasional
LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban 'Fake'

LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban "Fake"

Nasional
Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Nasional
Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Cak Imin: Minimal Saya jadi Wapres, PKB Kalah Gede Sama PDI-P

Nasional
Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Kata Puan soal Dewan Kolonel yang Mendukungnya Vs Dewan Kopral Pendukung Ganjar untuk Pilpres 2024

Nasional
MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

MAKI Ungkap 25 Riwayat Perjalanan Luar Negeri Lukas Enembe, Diduga Sebagian Besar untuk Judi

Nasional
Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Kriteria Cawapres Puan Maharani Jika Maju sebagai Capres 2024

Nasional
Status 'Wanita Emas' Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Status "Wanita Emas" Sebagai Ketum di Partai Republik Satu Masih Sah, Meski jadi Tersangka Kejagung

Nasional
Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Dapat Kejutan Ulang Tahun, Cak Imin Doakan Dirinya jadi Wapres-Puan Presiden

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.