Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/01/2021, 18:54 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melakukan koordinasi dengan kepala daerah dan perangkat daerah untuk membahas semakin menipisnya kapasitas rumah sakit untuk pasien Covid-19.

"Sudah (lakukan koordinasi). Utamanya memang dengan kepala daerah, namun kepala daerah juga didampingi oleh organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP dan lain sebagainya," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan kepada Kompas.com, Rabu (6/1/2021).

Dalam koordinasi tersebut, ia mengatakan, Kemendagri tidak hanya membahas soal menipisnya kapasitas rumah sakit saja, tetapi juga isu lainnya terkait penanganan pandemi Covid-19.

Namun dalam koordinasi tersebut, lanjut Benni, pihaknya sudah meminta pemerintah daerah untuk menambah kapasitas fasilitas kesehatan.

"Meningkatkan kuantitas dan kualitas fasilitas kesehatan, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Kabupaten Lebak Tidak Lanjutkan PSBB

Selain itu, Kemendagri juga meminta pemerintah daerah tetap meningkatkan upaya tracing, testing dan treatment (3T).

Kemudian memastikan ketersediaan APBD dalam penanganan Covid di masing-masing daerah.

Lalu, kepala daerah diminta dapat menjadi contoh dan teladan dan penegakan disiplin penanganan Covid-19.

Serta meningkatkan koordinasi dengan TNI/Polri, Satpol PP termasuk mendirikan posko-posko penanganan Covid-19 di setiap daerah.

"Berkenaan dengan vaksinasi, kepada daerah diminta untuk melakukan sosialisasi dengan baik," ucap dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuam Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi dan ICU untuk menangani pasien Covid-19 semakin menipis.

Baca juga: Sosialisasi Vaksin Covid-19, Bupati Bogor: Saya Ngalami Nggak Enaknya Positif Covid-19

Hal ini, menurut dia, menjadi alarm bagi masyarakat bahwa kondisi pandemi di Indonesia sudah darurat.

"Kondisi keterisian tempat tidur di ruang ICU maupun ruang isolasi di RS jika dilihat secara nasional ini semakin meningkat dan mengkhawatirkan," ujar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

"Hal ini dapat menjadi alarm bagi kita bahwa kita saat ini dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis," kata dia.

Pada 2 Januari, Wiku mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur untuk ICU dan isolasi di beberapa daerah sudah melebihi 70 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.