Persi Harap KLHK dan Pemda Bantu Atasi Peningkatan Limbah Medis Covid-19

Kompas.com - 06/01/2021, 13:20 WIB
Pasien COVID-19 beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPasien COVID-19 beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma mengatakan, peningkatan limbah medis Covid-19 di rumah sakit harus segera ditangani.

Oleh karena itu, ia berharap, agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat membantu mengatasi persoalan itu. 

"Berkaitan dengan limbah, itu kan banyak sekali. Kan banyak, di rumah sakit itu pakai hazmat, dan lainnya. Bukan hanya di rumah sakit, masker saja kan dipakai semua orang tidak hanya mereka yang positif Covid-19," kata Lia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/1/2021).

Menurut dia, KLHK bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) dan Dinas Kesehatan untuk membantu mengatasi masalah limbah medis.

"Agar KLHK, pemda dan Dinas Kesehatan membantu mengatasi masalah limbah medis RS terutama untuk limbah Covid-19 yang meningkat. Mudah-mudahan ada kerja sama yang lebih baik lagi," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kapolri Minta Jajarannya Awasi Pengelolaan Limbah Medis

Selain itu, dia juga berharap agar pedoman untuk pengelolaan pasien yang terbaru terutama dalam terapi dapat segera dikeluarkan. Pasalnya, hingga kini pedoman itu belum dikeluarkan.

Sementara itu, pada saat yang sama saat ini rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan tengah mempersiapkan program vaksinasi tenaga kesehatan.

Di sisi lain, Lia juga menanggapi semakin daruratnya kondisi pandemi di Indonesia. Rumah sakit, kata dia, mengaku siap siaga dalam melayani peningkatan pasien Covid-19.

Namun, ia berpendapat bahwa rumah sakit membutuhkan tambahan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan.

"Kami berharap ada penambahan SDM tenaga kesehatan. Karena kan SDM kita yang terpapar lumayan banyak. Ruang isolasi perlu SDM lebih banyak," katanya.

"Kita sih siap dalam segala kondisi. Tapi harap dimaklum bahwa agak sedikit butuh waktu," sambung dia.

Baca juga: Satgas Covid-19: Indonesia Berusaha Keras Tak Alami Lonjakan Kasus

Lia menambahkan, pemerintah telah meminta rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat perawatan pasien Covid-19.

"Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit-rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur Covid-19. Tempat tidur RS 30-40 persen diharapkan dapat diubah menjadi ruang isolasi," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.