Kompas.com - 05/01/2021, 16:31 WIB
Petugas medis mengambil sampel lendir penumpang bus saat dilakukan tes usap atau Swab Antigen di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). Pemeriksaan swab antigen pemudik penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAPetugas medis mengambil sampel lendir penumpang bus saat dilakukan tes usap atau Swab Antigen di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). Pemeriksaan swab antigen pemudik penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama 24 jam terakhir, pemerintah memeriksa 60.520 spesimen Covid-19 dari 38.309 orang.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) di 556 jejaring laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.

Maka, hingga Selasa (5/1/2021), secara kumulatif pemerintah telah memeriksa 7.557.380 spesimen Covid-19 dari 5.061.283 orang yang diambil sampelnya.

Berdasarkan data yang sama, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan dalam 24 jam terakhir ada penambahan 7.445 kasus positif Covid-19.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 di Tanah Air hingga hari ini berjumlah 779.548 orang.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 6.643 orang, sehingga jumlahnya menjadi 645.746 orang.

Baca juga: UPDATE 5 Januari: Ada 110.693 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Kemudian dilaporkan ada penambahan 198 kasus kematian akibat Covid-19. Dengan demikian, pasien Covid-19 meninggal dunia jadi 23.109 orang.

Saat ini, tercatat ada 70.201 kasus suspek Covid-19 di Tanah Air. Kasus Covid-19 telah menyebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Ketua MPR: UU ITE Perlu Direvisi untuk Menjamin Kebebasan Berpendapat

Nasional
Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Sekjen Gerindra: Internal Memohon Pak Prabowo Bersedia Maju di Pilpres 2024

Nasional
Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Bertemu Anies, AHY Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Bawaslu Sarankan KPU Bikin Pokja Cegah Calon Kepala Daerah Berkewarganegaraan Ganda

Nasional
Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Penyelesaian Konflik di Papua Perlu Pendekatan Kolaboratif

Nasional
Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Doni Monardo: Larangan Mudik Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Nasional
Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Laode Kecewa MK Tolak Permohonan Uji Formil UU KPK

Nasional
Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Berapa Harga Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong? Ini Penjelasan Bio Farma

Nasional
Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala Kehilangan bagi Kita Semua

Nasional
MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

MKD Segera Memproses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik terhadap Azis Syamsuddin

Nasional
Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Satgas Covid-19: Harga Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong Masih Dibahas

Nasional
MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

Nasional
Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah Segera Disidang di PN Tipikor Makassar

Nasional
Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Polri Klaim Situasi Terkendali

Nasional
Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Menag: Jumlah Jemaah Shalat Id Tidak Boleh Lebih 50 Persen dari Kapasitas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X