Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Nasional Targetkan Peran Perempuan

Kompas.com - 04/01/2021, 19:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani mengatakan, dukungan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional menargetkan peran perempuan.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam webinar bertajuk "Refleksi Awal Tahun 2021 Kaukus Perempuan Parlemen RI" secara daring, Senin (4/1/2021).

"Kita lihat bahwa dukungan yang diberikan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional secara langsung ataupun tidak langsung, pasti itu adalah targetnya perempuan," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Litbang Kompas: Pemulihan Ekonomi dan Vaksinasi Covid-19 Perlu Jadi Prioritas Pemerintah di 2021

Sri Mulyani mencontohkan, salah satu program pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta rumah tangga.

Menurut Sri Mulyani, program tersebut diterima lebih dari 90 persen perempuan sebagai kepala keluarga.

"Kalau kita diberikan dana ini tergantung dari jumlah anggota keluarganya untuk menyekolahkan anaknya, untuk bisa melakukan imunisasi, ibu hamil, maka uang itu harus dipegang oleh perempuan," ujarnya.

Tak hanya PKH, Sri mengatakan, program pemerintah lainnya yang melibatkan peran perempuan adalah kartu sembako, BLT Dana Desa dan bantuan beras.

Ia mengatakan, tujuan dari program tersebut untuk membantu rumah tangga masyarakat dapat bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19.

"Karena mereka (perempuan) harus bekerja di rumah, harus tinggal di rumah, maka mereka harus bisa bertahan dan terus bangkit kembali," ucapnya.

Baca juga: Alokasi Anggaran Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Tahun Rp 403,9 Triliun

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, konstribusi perempuan juga tampak di bidang UMKM. Dari data yang jadi acuan Sri Mulyani, sebesar 53,76 persen UMKM dimiliki perempuan.

Hal ini, kata Sri, berkonstribusi pada pencapaian Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen, investasi 60 persen dan ekspor 14,4 persen.

"Kekuatan inilah yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat: KLB Dagelan Bukan Persoalan Internal Belaka, Ada Pihak Eksternal

Demokrat: KLB Dagelan Bukan Persoalan Internal Belaka, Ada Pihak Eksternal

Nasional
Demokrat Anggap Meoldoko Lakukan 'Abuse of Power'

Demokrat Anggap Meoldoko Lakukan "Abuse of Power"

Nasional
Demokrat Sebut Kubu Kontra-AHY Tekan DPD dan DPC untuk Dukung KLB

Demokrat Sebut Kubu Kontra-AHY Tekan DPD dan DPC untuk Dukung KLB

Nasional
UPDATE 6 Maret: Sebaran 5.767 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 6 Maret: Sebaran 5.767 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
Herzaky: Pemerintah Wajib Melindungi Partai Demokrat yang Sah

Herzaky: Pemerintah Wajib Melindungi Partai Demokrat yang Sah

Nasional
Waketum Golkar: Aspirasi Kader Ingin Airlangga Jadi Capres 2024

Waketum Golkar: Aspirasi Kader Ingin Airlangga Jadi Capres 2024

Nasional
Pengamat: Saatnya AHY Kumpulkan DPD dan DPC, Tunjukkan Demokrat Solid

Pengamat: Saatnya AHY Kumpulkan DPD dan DPC, Tunjukkan Demokrat Solid

Nasional
Partai Demokrat Kubu Moeldoko Dinilai Berpeluang Dapatkan SK Kemenkumham

Partai Demokrat Kubu Moeldoko Dinilai Berpeluang Dapatkan SK Kemenkumham

Nasional
Tutup Rapimnas Golkar, Airlangga Tegaskan Tolak Revisi UU Pemilu

Tutup Rapimnas Golkar, Airlangga Tegaskan Tolak Revisi UU Pemilu

Nasional
UPDATE 6 Maret: 1.130.524 Tenaga Kesehatan Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 6 Maret: 1.130.524 Tenaga Kesehatan Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 6 Maret: Pemerintah Periksa 11.126.096 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 6 Maret: Pemerintah Periksa 11.126.096 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 6 Maret: Ada 147.172 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 6 Maret: Ada 147.172 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 6 Maret: Ada 66.525 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 6 Maret: Ada 66.525 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 6 Maret: Bertambah 6.823, Total 1.189.510 Pasien Covid-19 Sembuh

UPDATE 6 Maret: Bertambah 6.823, Total 1.189.510 Pasien Covid-19 Sembuh

Nasional
UPDATE 6 Maret: Bertambah 128, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Kini 37.154

UPDATE 6 Maret: Bertambah 128, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Kini 37.154

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X