Usai Liburan, Epidemiolog Minta Masyarakat Berdiam Diri di Rumah Selama 14 Hari

Kompas.com - 04/01/2021, 11:17 WIB
Sejumlah penumpang kapal dari Kepulauan Seribu tiba di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Sabtu (26/12/2020). Menurut data dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu sebanyak 3.018 wisatawan berkunjung di Kepulauan Seribu seperti Pulau Tidung, Pari, dan Pramuka untuk mengisi liburan Natal 2020 dengan pengawasan ketat protokol kesehatan guna mngantisipasi penularan COVID-19. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSejumlah penumpang kapal dari Kepulauan Seribu tiba di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Sabtu (26/12/2020). Menurut data dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu sebanyak 3.018 wisatawan berkunjung di Kepulauan Seribu seperti Pulau Tidung, Pari, dan Pramuka untuk mengisi liburan Natal 2020 dengan pengawasan ketat protokol kesehatan guna mngantisipasi penularan COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi Indonesia dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta masyarakat yang baru pulang berlibur dari suatu daerah untuk berdiam diri di rumah selama 14 hari.

Hal itu bertujuan agar penyebaran Covid-19 di Indonesia tidak meningkat seperti yang biasa terjadi usai libur panjang.

"Semua yang kembali ke tempat asalnya, mau di Jakarta, mau di Jawa Barat atau di manapun, kalau baru pulang liburan ini, mereka harus stay at home. Diam di rumah dua minggu, setidaknya dua minggu," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Merasa Ada Gejala Covid-19 saat Berlibur, Apa yang Harus Dilakukan?

Selama di rumah, masyarakat juga harus memerhatikan kondisi kesehatannya terkait dengan ada atau tidaknya gejala Covid-19 seusai liburan.

Jika mengalami gejala, masyarakat harus mengontak petugas kesehatan setempat.

"Ini yang harus tentu dipantau juga oleh Puskesmas setempat. Puskesmas juga harus punya sistem untuk memantau siapa saja orang di sekitarnya yang baru pulang dari bepergian atau berlibur, agar orang ini terpantau untuk tetap di rumah saja 14 hari," tutur dia.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur, Epidemiolog: Saatnya 3M Jadi 5M

Selain itu, Dicky juga menekankan agar perusahaan atau perkantoran mewajibkan para pekerjanya yang baru pulang liburan untuk bekerja dari rumah atau work from home.

Menurutnya, tidak hanya perkantoran swasta namun juga institusi pemerintah yang pegawainya baru pulang liburan, harus mewajibkan WFH.

"Kemudian juga harus dievaluasi, bagaimana kondisi kesehatannya. Jika dalam dua minggu itu menimbulkan gejala ya dia harus mengontak petugas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambah dia.

Baca juga: Saran Epidemiolog, Lebih dari 3 Orang Berkumpul Dilarang di Jakarta

Di samping itu, Dicky juga mengatakan bahwa pemerintah tetap harus menggencarkan penerapan 3T, yakni testing, tracing dan treatment. 

Kemudian ditambah dengan penerapan strategi dari 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, ditambah membatasi mobilitas interaksi dan mencegah keramaian kerumunan.

Dicky mengatakan, berdasarkan riset, mobilitas tinggi dan keramaian kerumunan menjadi pemicu ledakan kasus Covid-19 di satu wilayah atau negara.

"Karena terbukti tidak hanya di Indonesia, di dunia, dua hal ini menjadi masalah yaitu mobilitas dan keramaian kerumunan sangat besar kontribusinya dalam menyebabkan terjadi banyak infeksi, hunian rumah sakit meningkat, termasuk kematian terus meningkat," pungkas Dicky.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Istiqlal Siapkan Fasilitas yang Permudah Penyandang Disabilitas Beribadah

Masjid Istiqlal Siapkan Fasilitas yang Permudah Penyandang Disabilitas Beribadah

Nasional
Staf Khusus Presiden: Apapun Isu yang Beredar, soal Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden

Staf Khusus Presiden: Apapun Isu yang Beredar, soal Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Kasus Eks Dirut Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Polri Sudah Periksa 26 Saksi dan 3 Ahli

Kasus Eks Dirut Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Polri Sudah Periksa 26 Saksi dan 3 Ahli

Nasional
Gubernur: 1.023 KK yang mengungsi akibat Bencana di NTT

Gubernur: 1.023 KK yang mengungsi akibat Bencana di NTT

Nasional
Jokowi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Jokowi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Nasional
Jokowi: Saya Paham Kita Rindu Sanak Saudara, tapi Mari Utamakan Keselamatan

Jokowi: Saya Paham Kita Rindu Sanak Saudara, tapi Mari Utamakan Keselamatan

Nasional
Jokowi Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Seluruh Masyarakat

Jokowi Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Seluruh Masyarakat

Nasional
Gubernur Viktor Pastikan Desain Kebijakan Pembangunan di NTT Segera Dilakukan

Gubernur Viktor Pastikan Desain Kebijakan Pembangunan di NTT Segera Dilakukan

Nasional
UPDATE 16 April: Sebaran 5.363 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi Jawa Barat

UPDATE 16 April: Sebaran 5.363 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi Jawa Barat

Nasional
UPDATE 16 April: 5,81 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, 10,7 Juta Dosis Pertama

UPDATE 16 April: 5,81 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, 10,7 Juta Dosis Pertama

Nasional
LIVE STREAMING: Jokowi Beri Paparan soal Larangan Mudik Lebaran

LIVE STREAMING: Jokowi Beri Paparan soal Larangan Mudik Lebaran

Nasional
Sebut Mispersepsi, Mendikbud: Tak Ada Maksud Ubah Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia

Sebut Mispersepsi, Mendikbud: Tak Ada Maksud Ubah Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia

Nasional
UPDATE 16 April: Pemerintah Telah Periksa 13.711.972 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 16 April: Pemerintah Telah Periksa 13.711.972 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 16 April: Ada 107.297 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 April: Ada 107.297 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.444.229

UPDATE 16 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.444.229

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X