Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya Masih SMP, Sekjen PAN Ingin Jadi Mentor Buat Milenial Cianjur

Kompas.com - 02/01/2021, 20:00 WIB
Foto dirilis Senin (14/9/2020), memperlihatkan warga mengarak bendera merah putih saat mengikuti tradisi Mencuci Bendera Merah Putih di Gang Warga, Lingkungan Janggala, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya tak mengurangi semangat warga untuk merayakan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI dengan caranya masing-masing. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMIFoto dirilis Senin (14/9/2020), memperlihatkan warga mengarak bendera merah putih saat mengikuti tradisi Mencuci Bendera Merah Putih di Gang Warga, Lingkungan Janggala, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pandemi Covid-19 nyatanya tak mengurangi semangat warga untuk merayakan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI dengan caranya masing-masing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengaku prihatin atas kasus parodi lagu Indonesia Raya yang dilakukan oleh anak di bawah umur.

Eddy yang juga merupakan anggota DPR dapil Jawa Barat III Kabupaten Cianjur meminta kepolisian menyelidiki motif pelaku membuat parodi lagu Indonesia Raya tersebut.

"Tentu siapa pun prihatin dengan kasus ini apalagi pelakunya baru kelas III SMP. Saya mendukung penuh kepolisian menyelidiki motif dan latar belakang pelaku melakukan hal tersebut," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2020).

Di sisi lain, Eddy mengaku, siap memfasilitasi milenial di Cianjur untuk belajar nilai kebangsaan bersama-sama.

Baca juga: Kasus Parodi Indonesia Raya, Mengapa Pelecehan Simbol Negara Masih Kerap Terjadi?

Ia berharap, menjadi fasilitator atau mentor bagi milenial di Cianjur dapat memperkuat nasionalisme.

"Saya bersedia menjadi fasilitator ataupun mentor bagi anak anak muda Milenial Cianjur untuk memperkuat nasionalisme dan nilai nilai kebangsaan. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali," ujarnya.

Eddy mengatakan, penyampaian nilai-nilai kebangsaan pada anak-anak muda harus dilakukan secara atraktif, kekinian dan aktif mengajak mereka berpartisipasi.

Lebih lanjut, Eddy berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan pada masyarakat Cianjur dan Kota Bogor melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Baca juga: Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya Ternyata Masih Pelajar Berusia 15 Tahun

"Kami akan terus bergerak dari kampus ke kampus, dari komunitas ke komunitas untuk menanamkan nilai nilai kebangsaan bagi anak anak muda Cianjur dan Kota Bogor," pungkasnya.

Sebelumnya, pelaku pembuat video parodi lagu Indonesia Raya warga negara Indonesia berinisial NJ dan MDF (16) menjadi tersangka kasus parodi lagu "Indonesia Raya".

NJ diamankan Polisi Di-Raja Malaysia (PDRM) di Sabah, Malaysia. Sedangkan, MDF yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP, diringkus Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri di kediamannya di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (31/12/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X