Catatan Dunia Penerbangan 1 Januari 2021

Kompas.com - 01/01/2021, 22:30 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

SEJAK pesawat terbang pertama berhasil diterbangkan oleh Wright Brothers tanggal 17 Desember 1903 di Kitty Hawk North Carolina, peran pesawat terbang telah demikian pesat berkembang serta sekaligus merasuk ke segenap aspek kehidupan umat manusia.

Tidak hanya mengubah total gaya hidup, akan tetapi juga telah membuka panggung “perlombaan” yang seru dari para produsen pesawat terbang.

Tercatat dalam sejarah setidaknya ada 3 nomor “perlombaan” yang tampil di permukaan, yaitu masing-masing lomba kecepatan, lomba besar ukuran pesawat, dan terakhir “lomba adu irit BBM”. Ketiga nomor perlombaan itu diwakili oleh pesawat Concorde, Airbus A-380, dan Boeing B-737 Max 8.

Concorde yang terbang perdana pada tahun 1969 mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 2x kecepatan suara dan dapat terbang hingga ketinggian 60.000 feet.

Baca juga: Boeing 737 Max 8 dan Penjelasan Penyebab Jatuhnya Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines Flight 302

Hanya mampu diproduksi sebanyak 20 pesawat dan pada tahun 2003 Concorde telah melakukan penerbangan terakhirnya.

Secara komersial produk pesawat terbang transport tercepat yang sempat digunakan oleh Maskapai penerbangan Inggris dan Perancis gagal dalam meraih global market. Pertarungan lomba kecepatan dalam pesawat angkut sipil komersial pun berakhir di sini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikutnya Airbus A-380 , pesawat terbang raksasa sipil komersial yang mampu mengangkut penumpang lebih dari 800 orang terbang perdana di tahun 2005.

Kabarnya pabrik pesawat terbang Airbus akan menghentikan produksi A-380 pada tahun ini 2021, menyusul banyak hal berkembang yang tidak menguntungkan dalam merebut pasar penerbangan komersial.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19 merebak, telah tersiar banyak pertimbangan tentang sulitnya A-380 dapat bertahan.

Dengan 4 engine yang menjadikannya “boros” bahan bakar maka menjadi sulit A-380 dapat bersaing dengan jenis pesawat lainnya. A-380 menandai akhir dari perlombaan adu “besar” pesawat terbang angkut sipil komersial di pasar global.

Belakangan ini dunia penerbangan ditandai dengan adu lomba irit BBM antarpabrikan pesawat terbang ternama.

Baca juga: Bagaimana Proyeksi Industri Penerbangan Indonesia Tahun 2021?

Sayangnya dalam upaya memperoleh mesin pesawat terbang yang irit dan efisien telah terjadi dua kecelakaan fatal dari Boeing B-737 Max 8.

Mesin irit bahan bakar yang dipasang pada pesawat B-737 Max 8 telah membuat perubahan mendasar dalam performa aerodinamik yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang dan berakhir dengan di grounded-nya semua pesawat B-737 Max 8 di seluruh dunia.

Perkembangan terakhir Boeing bersama FAA telah berhasil melakukan perbaikan teknis pesawat Max 8 untuk dirilis terbang kembali.

Otoritas penerbangan Uni Eropa EASA dan beberapa otoritas penerbangan negara pengguna Max 8 telah menyetujui pula apa yang dilakukan oleh Boeing dan FAA terhadap Max 8.

Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, masih merupakan tanda tanya besar mengenai kelanjutan dari produksi B-737 Max 8 dalam memperebutkan pasar penerbangan komersial dengan bermodalkan mesin yang irit BBM.

Merebaknya pandemi Covid-19 pada menjelang akhir tahun 2019 ke seluruh dunia tentunya juga merupakan catatan penting dari betapa besar peran dari perhubungan udara internasional dalam “menyebarkan” virus tersebut ke saentero jagad.

Hal yang pasti adalah banwa pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan industri penerbangan dunia, terutama Maskapai Penerbangan.

Bagi Indonesia sendiri ada sejumlah catatan menarik dari perkembangan dunia penerbangan di dalam negeri tercinta.

Beberapa tahun lalu Indonesia telah berhasil kembali menjadi negara dalam kelompok Kategori 1 penilaian FAA (Federal Aviation Administration) setelah lebih kurang 10 tahun berada dalam kelompok negara Kategori 2.

Ketika itu Indonesia dengan demikian banyak terjadi kecelakaan pesawat terbang, telah dinilai tidak memenuhi syarat keselamatan penerbangan internasional oleh ICAO (International Civil Aviation Organization).

Tidak itu saja, Indonesia telah berhasil menunjukkan pencapaian yang melebihi nilai “global average” pada audit ICAO terakhir tentang tingkat keselamatan penerbangan.

Sayangnya kesuksesan ini memunculkan catatan khusus ketika ICAO di akhir tahun 2019 melayangkan surat kepada otoritas penerbangan Indonesia berkait dengan selesainya pembangunan runway ke 3 di Soekarno Hatta International Airport.

Runway ke-3 Cengkareng dinilai ICAO tidak memenuhi syarat untuk digunakan bersamaan dengan runway di sisinya untuk penerbangan IFR (Intrument Flight Rules).

Berikutnya kesuksesan dalam membangun demikian banyak bandara di seluruh Indonesia meninggalkan beberapa catatan penting.

Masih digunakannya beberapa pangkalan militer yang merupakan “kawasan terbatas” untuk keperluan penerbangan sipil komersial yang sangat terbuka bagi publik, kiranya perlu dievaluasi kembali.

Keberadaan bandara Kertajati yang megah sekelas International Airport hingga kini masih belum berhasil memindahkan potensi bahaya lalu lintas penerbangan di Pangkalan Angkatan Udara Husien Sastranegara yang sudah sangat padat itu.

Terakhir isu tentang FIR Singapura, wilayah udara di atas kepulauan Riau yang masih berada di bawah otoritas penerbangan asing hingga kini masih belum terlihat perkembangannya, menyusul Instruksi Presiden di tahun 2015.

Catatan mutakhir yang patut menjadi perhatian para pencinta dirgantara adalah keberhasilan pesawat produksi nasional N-219 dalam meraih TS (Type Certificate) pada akhir tahun 2020.

Sebuah prestasi yang membanggakan kita semua dan diharapkan kebanggaan ini dapat juga tertanam dalam menjaga kualitas produksi nantinya serta jaminan ketersediaan suku cadang dalam menopang siklus after sales service-nya. Selamat untuk PTDI, Lapan, Bappenas, Kementerian Perhubungan dan seluruh jajarannya.

Pada awal tahun 2021 ini, di masa era pandemi Covid-19 yang telah membuat kepadatan lalu lintas penerbangan menjadi sedemikian sedikit jumlahnya, kiranya inilah saat yang tepat untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah di ranah penerbangan nasional tanpa menimbulkan banyak kegaduhan.

Sebagai penutup, penggunaan pangkalan udara militer bagi keperluan sipil sudah saatnya ditinjau ulang sementara alasan kepadatan air traffic belakangan ini sudah sangat tidak lagi menjadi alasan.

Prof. (em) Dr. Diederiks-Vershoor, guru besar Hukum Udara dari Universitas Leiden, Belanda menyatakan beberapa permasalahan berkaitan dengan pelabuhan udara, sebagai berikut:

a. Problems concerning the ownership of the airport, physical obstacles in the surrounding area, easements, etc.;

b. The liability of the airport operator in case of accidents, a liability which in most cases comes under civil law. It must be remembered , though, that this liability is quite distinct from that incurred by the air traffic control services;

c. The juridical form for airport-management (e.g. incorporation), and for allied requirements such as responsibility for maintenance; and

d. The legal relationship between the users of the airport and the airport management, and their relationship “vis-à-vis” the government authorities, the airport police, etc.

Pada intinya, kesemua hal tersebut berpulang kepada penekanan mengenai keselamatan penerbangan dan tanggung jawabnya yang harus jelas berada di instansi mana.

Demikianlah sekadar catatan penerbangan pada tanggal 1 Januari 2021, semoga bermanfaat dan selamat Tahun Baru 2021.

Jakarta 1 Januari 2021,

Chappy Hakim
Pusat Studi Air Power Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Menurun, Kecuali di Jateng, DIY, dan Bali

Satgas: Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Menurun, Kecuali di Jateng, DIY, dan Bali

Nasional
 Proses Hukum Dua Oknum TNI AU Pelaku Kekerasan di Papua Diminta Transparan

Proses Hukum Dua Oknum TNI AU Pelaku Kekerasan di Papua Diminta Transparan

Nasional
Anggota DPR dari PPP Tak Akan Ambil Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel

Anggota DPR dari PPP Tak Akan Ambil Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel

Nasional
Kemenkes: 3 Pasien yang Terinfeksi Corona Varian Delta Plus Sudah Sembuh

Kemenkes: 3 Pasien yang Terinfeksi Corona Varian Delta Plus Sudah Sembuh

Nasional
Komnas HAM Papua Bakal Kawal Tuntas Kasus Kekerasan 2 Prajurit TNI AU di Merauke

Komnas HAM Papua Bakal Kawal Tuntas Kasus Kekerasan 2 Prajurit TNI AU di Merauke

Nasional
Kemenkes: Ada 3 Kasus Covid-19 akibat Varian Delta Plus

Kemenkes: Ada 3 Kasus Covid-19 akibat Varian Delta Plus

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Disebut Membantu Perbaiki Kondisi Pandemi Saat ini

Vaksinasi Covid-19 Disebut Membantu Perbaiki Kondisi Pandemi Saat ini

Nasional
Kemenkes: Ada Tren Penurunan Mobilitas Hampir di Semua Wilayah Sejak PPKM Darurat

Kemenkes: Ada Tren Penurunan Mobilitas Hampir di Semua Wilayah Sejak PPKM Darurat

Nasional
Bantuan Sembako di Pekalongan Tak Sesuai, Risma: KPM Harusnya Dapat Rp 200.000

Bantuan Sembako di Pekalongan Tak Sesuai, Risma: KPM Harusnya Dapat Rp 200.000

Nasional
Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Bisa Lindungi Pasien dari Risiko Kematian hingga 73 Persen

Kemenkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Dua Dosis Bisa Lindungi Pasien dari Risiko Kematian hingga 73 Persen

Nasional
Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksin Sekali 90 Persen Sembuh, Dosis Lengkap 100 Persen

Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksin Sekali 90 Persen Sembuh, Dosis Lengkap 100 Persen

Nasional
Anggota DPR Bakal Dapat Fasilitas Isoman di Hotel, Fraksi PKS: Tak Perlu, Cukup Fungsikan Fasilitas yang Dimiliki

Anggota DPR Bakal Dapat Fasilitas Isoman di Hotel, Fraksi PKS: Tak Perlu, Cukup Fungsikan Fasilitas yang Dimiliki

Nasional
KJRI Jeddah Imbau Umat Muslim Indonesia Tunda Rencana Umrah

KJRI Jeddah Imbau Umat Muslim Indonesia Tunda Rencana Umrah

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan Khawatir Kehabisan Stok Vaksin

Satgas Covid-19: Jangan Khawatir Kehabisan Stok Vaksin

Nasional
Dinkes Sumsel: BOR di RS Rujukan Covid-19 Capai 80 Persen, ICU Sudah Penuh

Dinkes Sumsel: BOR di RS Rujukan Covid-19 Capai 80 Persen, ICU Sudah Penuh

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X