Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dr Dino Patti Djalal
Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)

Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI); Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia

Hubungan Indonesia-China, Pilar Stabilitas Kawasan

Kompas.com - 31/12/2020, 16:17 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

HUBUNGAN diplomatik Indonesia-China sudah memasuki usia 70 tahun. Dalam perjalanannya, hubungan ini menemui pasang-surut. Namun, dalam 20 tahun terakhir, hubungan keduanya berjalan stabil, terus meningkat, dan semakin matang.

Selama 70 tahun tersebut, Indonesia telah menjadi kekuatan regional (regional power) dan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia dengan kelas menengah terbesar di Asia Tenggara.

China juga berubah pesat menjadi raksasa ekonomi dunia sekaligus menjadi kekuatan global secara militer, diplomatik, politik, bisnis, teknologi, dan lain sebagainya.

5 perubahan penting

Pertanyaannya,setelah 70 tahun menjalin hubungan diplomatik, apa yang berubah? Menurut saya, paling tidak ada lima perubahan penting yang perlu dicatat.

Pertama, makna China bagi Indonesia telah (jauh) berubah. Pada era 1950-an dan 1960-an, China adalah salah satu negara termiskin di Asia, bahkan di dunia.

Setelah membuka diri pada pertengahan 1970-an, China menjadi negara paling sukses di dunia dalam mengentaskan rakyat dari kemiskinan (menurut Bank Dunia, sekitar 850 juta rakyat China keluar dari garis kemiskinan). China juga menjadi raksasa ekonomi dunia yang serbaunggul di berbagai bidang.

Bersamaan dengan itu, China juga tumbuh menjadi “rising power” dunia dengan kekuatan militer dan ekonomi melebihi Jepang, Rusia, dan negara-negara Eropa.

Fenomena “the rise of China” bahkan menjadi fitur yang paling signifikan dalam percaturan dunia 20 tahun terakhir. Hal ini praktis membuat gundah dunia Barat, terutama Amerika Serikat (AS) yang merasa posisi dominannya sedang digoyang China.

Perubahan kedua, dampak China terhadap Indonesia juga sudah berbeda jauh dibandingkan 70 atau 60 tahun lalu. China telah menjadi ekonomi terbesar di dunia kalau dihitung dari purchasing power parity (PPP).

Kalaupun dihitung tanpa menggunakan ukuran PPP, ekonomi China diperkirakan akan melampaui AS pada 2028. Segala kebijakan dari Beijing pasti membawa dampak bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Perubahan struktural dalam program reformasi ekonomi Presiden Xi Jinping, misalnya, akan mengakibatkan konsumsi dalam negeri China melonjak drastis.

Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, China secara global sudah membuka keran impor senilai 10 triliun dollar AS dan menetapkan target investasi di luar negeri sebesar 500 miliar dollar AS dalam beberapa tahun ke depan.

Tidak ada negara lain di dunia yang menyajikan fasilitas ekonomi sebesar ini. Indonesia harus secara agresif memanfaatkan peluang ini, jangan menunggu bola karena negara-negara lain aktif menjemput bola.

Indonesia juga harus lebih lincah dan cerdik menembus dinding-dinding pasar China.

Perubahan penting yang ketiga adalah dalam pola hubungan kedua negara. Pada 1965 sampai 1987, hubungan diplomatik Indonesia-China sempat dibekukan dan memasuki era yang suram. Sepanjang kurun waktu tersebut, sesuai juga dengan perkembangan politik dalam negeri, diplomat Indonesia tidak diperbolehkan untuk berhubungan apa pun dengan diplomat China.

Kalau ada yang melanggar, bisa dipecat dari Departemen Luar Negeri. Kini, suasananya telah berubah drastis. Apalagi sejak era reformasi ketika terjadi perubahan politikdan sosial yang fundamental di Indonesia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gaji Pekerja Dipotong untuk Tapera, DPR Akan Panggil Pemerintah

Gaji Pekerja Dipotong untuk Tapera, DPR Akan Panggil Pemerintah

Nasional
Kemenag Sebut Hampir 40 Persen Penerbangan Haji Garuda Terlambat

Kemenag Sebut Hampir 40 Persen Penerbangan Haji Garuda Terlambat

Nasional
Setelah Bertemu Jokowi, Sekjen OECD Akan Temui Prabowo

Setelah Bertemu Jokowi, Sekjen OECD Akan Temui Prabowo

Nasional
PKS Pecat Caleg di Aceh yang Ditangkap Karena Kasus Narkoba

PKS Pecat Caleg di Aceh yang Ditangkap Karena Kasus Narkoba

Nasional
Achsanul Qosasi Minta Maaf karena Terima Uang 40 M dari Proyek BTS

Achsanul Qosasi Minta Maaf karena Terima Uang 40 M dari Proyek BTS

Nasional
4 Poin Penting PP Tapera: Syarat Kepesertaan hingga Besaran Iurannya

4 Poin Penting PP Tapera: Syarat Kepesertaan hingga Besaran Iurannya

Nasional
DPR Setujui Revisi 4 Undang-Undang sebagai Usul Inisiatif

DPR Setujui Revisi 4 Undang-Undang sebagai Usul Inisiatif

Nasional
Menyoal Putusan Sela Gazalba Saleh, Kewenangan Penuntutan di UU KPK dan KUHAP

Menyoal Putusan Sela Gazalba Saleh, Kewenangan Penuntutan di UU KPK dan KUHAP

Nasional
Achsanul Qosasi Akui Terima Uang dari Proyek BTS: Saya Khilaf

Achsanul Qosasi Akui Terima Uang dari Proyek BTS: Saya Khilaf

Nasional
Warga Kampung Susun Bayam Keluhkan Kondisi Huntara: Banyak Lubang, Tak Ada Listrik

Warga Kampung Susun Bayam Keluhkan Kondisi Huntara: Banyak Lubang, Tak Ada Listrik

Nasional
Dikonfrontasi Jaksa, Istri SYL Tetap Bantah Punya Tas Dior dari Duit Kementan

Dikonfrontasi Jaksa, Istri SYL Tetap Bantah Punya Tas Dior dari Duit Kementan

Nasional
Bos Maktour Travel Mengaku Hanya Diminta Kementan Reservasi Perjalanan SYL ke Saudi, Mayoritas Kelas Bisnis

Bos Maktour Travel Mengaku Hanya Diminta Kementan Reservasi Perjalanan SYL ke Saudi, Mayoritas Kelas Bisnis

Nasional
Jadi Tenaga Ahli Kementan, Cucu SYL Beralasan Diminta Kakek Magang

Jadi Tenaga Ahli Kementan, Cucu SYL Beralasan Diminta Kakek Magang

Nasional
Jadi Ahli Sengketa Pileg, Eks Wakil Ketua MK: Sistem Noken Rentan Dimanipulasi Elite

Jadi Ahli Sengketa Pileg, Eks Wakil Ketua MK: Sistem Noken Rentan Dimanipulasi Elite

Nasional
Putusan Bebas Gazalba Saleh Dikhawatirkan Bikin Penuntutan KPK Mandek

Putusan Bebas Gazalba Saleh Dikhawatirkan Bikin Penuntutan KPK Mandek

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com