Kompas.com - 31/12/2020, 07:12 WIB
Aparat TNI-Polri mencopot atribut di markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinAparat TNI-Polri mencopot atribut di markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020).

3. Aksi RUU Cipta Kerja

Massa FPI kembali turun ke jalan pada Selasa, 13 Oktober 2020, menggelar aksi tolak omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Aksi FPI ini kembali dibarengi sejumlah ormas Islam lain seperti GNPF dan PA 212. Ada pula beberapa ormas lain yang datang dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi (Jabodetabek).

Aksi unjuk rasa tersebut dihelat di kawasan Monas hingga depan Istana Negara, Gambir, Jakart Pusat.

Baca juga: Eddy Hiariej, Pengkritik UU Cipta Kerja yang Jadi Wamenkumham

Sejak dibahas di DPR RI, RUU Cipta Kerja memang menuai banyak kontroversi. Sejumlah pihak menolak RUU tersebut lantaran dinilai tidak memperhatikan kesejahteraan buruh dan lebih berpihak kepada investor asing.

Meski penloakan masif terjadi, RUU tersebut tetap disahkan sebagai undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Senin, 5 Oktober 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demonstrasi besar-besaran yang terjadi di ibu kota dan sejumlah wilayah lainnya pun tak mengurungkan niat Kepala Negara membatalkan UU tersebut. Pada Senin, 2 November 2020, Jokowi meneken UU Cipta Kerja sehingga resmi berlaku sebagai undang-undang.

4. Kembalinya Rizieq Shihab

Setelah lebih dari 3 tahun berada di Arab Saudi, Rizieq kembali menginjakkan kaki di Indonesia pada 10 November 2020.

Kepulangan Rizieq menimbulkan kerumunan massa yang besar di tengah pandemi Covid-19.

Massa berbondong-bondong menyambut Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Dampaknya, aktivitas di bandara internasional tersebut lumpuh selama lima jam, terhitung dari pukul 05.00 hingga 10.00 WIB.

Pada hari yang sama, kerumunan massa juga terjadi di sekitar kediaman Rizieq di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal ini menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Baca juga: Mahfud Tegaskan Tak Ada Pelanggaran dalam Penjemputan Rizieq Shihab di Bandara

Tiga hari setelahnya, kerumunan kembali terjadi di acara ceramah Rizieq yang diselenggarakan di Markas Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekitar 3.000 orang mengikuti kegiatan ini.

Pada 14 November 2020, kurang lebih 10.000 orang kembali berkumpul di kediaman Rizieq untuk menghadiri acara pernikahan putrinya serta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kerumunan massa itu berujung pada penetapan Rizieq Shihab dan lima orang lainnya sebagai tersangka. Status tersebut ditetapkan pada Selasa (8/12/220), usai Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara.

Polisi menyatakan, ada unsur tindak pidana dalam acara yang menimbulkan kerumunan massa. Hal ini dinilai melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 itu.

Baca juga: Ridwan Kamil Pertanyakan Gubernur Banten Tak Diperiksa, Wahidin Halim: Jangan Kami Disalahkan...

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.