Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

CSIS Nilai Kartu Prakerja Efektif Jawab Tantangan Dunia Kerja Masa Depan

Kompas.com - 23/12/2020, 22:06 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri menilai Program Kartu Prakerja efektif dan relevan untuk menjawab tantangan dunia kerja masa depan.

Pasalnya materi pelatihan yang ditawarkan Kartu Prakerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan selalu ada pemutakhiran.

“Dengan berjalannya waktu, ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan Program Kartu Prakerja, karena ada mekanisme pemilihan pelatihan oleh peserta lewat cara online,” kata Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Meski begitu, Yose mengakui awalnya ia tidak setuju adanya penyatuan program pelatihan tenaga kerja dengan bantuan sosial.

“Kalau disatukan, takutnya keterampilan jadi tidak dapat, bansos juga tidak dapat,” ungkapnya.

Selain itu, ia merasa ada beragam program pelatihan kerja yang sulit dijalankan secara online, misalnya pelatihan menjahit dan reparasi kendaraan bermotor.

Baca juga: Menko Airlangga Klaim Program Kartu Prakerja Tahun 2020 Telah Sukses

Nyatanya, selama masa pandemi sebagian besar peserta program Kartu Prakerja justru lebih banyak memilih pelatihan yang memang sesuai disampaikan secara online.

Pelatihan pemasaran digital dilakukan secara online bagus juga, bisa langsung praktek secara online. Lalu, pelatihan bahasa asing bisa dipelajari secara online, tidak perlu berhadap-hadapan (dengan instruktur),” paparnya.

Ia menegaskan, sejumlah materi pelatihan kerja amat baik disampaikan secara online dan mencegah penularan Covid-19. Selain itu, peserta dapat lebih interaktif dalam menjalani pelatihan.

Di samping itu, materi pelatihan online amat tinggi manfaatnya bagi peserta. Hal itu dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja terhadap penerima manfaat.

“Sebaiknya, nanti setelah pandemi berakhir perlu diperbanyak keterampilan yang membutuhkan praktek fisik,” katanya.

Persoalan ketenagakerjaan

Yose menjelaskan persoalan ketenagakerjaan dipicu dari dua sisi, yakni lemahnya permintaan tenaga kerja di Indonesia dan juga kualitas sumber daya manusia.

Rendahnya permintaan tenaga kerja di Indonesia itu terbukti dengan 60 persen tenaga kerja Indonesia bekerja pada sektor informal. Artinya, hanya 40 persen tenaga kerja yang bisa diserap pada sektor formal.

“Untuk menciptakan lapangan pekerjaan butuh investasi. Investasi yang masuk kebanyakan di sektor yang tidak memerlukan banyak tenaga kerja, seperti sektor pertambangan dan sektor kendaraan bermotor,” ujarnya.

Sementara itu, kualitas tenaga kerja Indonesia masih jauh dari kebutuhan pasar kerja. Pasalnya, sebagian besar tenaga kerja Indonesia hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar, sehingga kemampuan kognitif dan keterampilannya sangat rendah.

Halaman:


Terkini Lainnya

Tanggal 29 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 29 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
KPU DKI Jakarta Mulai Tahapan Pilkada Juni 2024

KPU DKI Jakarta Mulai Tahapan Pilkada Juni 2024

Nasional
2 Hari Absen Rakernas V PDI-P, Prananda Prabowo Diklaim Sedang Urus Wisuda Anak

2 Hari Absen Rakernas V PDI-P, Prananda Prabowo Diklaim Sedang Urus Wisuda Anak

Nasional
Covid-19 di Singapura Tinggi, Kemenkes: Situasi di Indonesia Masih Terkendali

Covid-19 di Singapura Tinggi, Kemenkes: Situasi di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
Ganjar Ungkap Jawa, Bali, hingga Sumut jadi Fokus Pemenangan PDI-P pada Pilkada Serentak

Ganjar Ungkap Jawa, Bali, hingga Sumut jadi Fokus Pemenangan PDI-P pada Pilkada Serentak

Nasional
Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Lonjakan Covid-19 di Singapura, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Lonjakan Covid-19 di Singapura, Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Pastikan Isi Gas LPG Sesuai Takaran, Mendag Bersama Pertamina Patra Niaga Kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Pastikan Isi Gas LPG Sesuai Takaran, Mendag Bersama Pertamina Patra Niaga Kunjungi SPBE di Tanjung Priok

Nasional
Disindir Megawati soal RUU Kontroversial, Puan: Sudah Sepengetahuan Saya

Disindir Megawati soal RUU Kontroversial, Puan: Sudah Sepengetahuan Saya

Nasional
Diledek Megawati soal Jadi Ketum PDI-P, Puan: Berdoa Saja, 'Insya Allah'

Diledek Megawati soal Jadi Ketum PDI-P, Puan: Berdoa Saja, "Insya Allah"

Nasional
Kemenko Polhukam: Kampus Rawan Jadi Sarang Radikalisme dan Lahirkan Teroris

Kemenko Polhukam: Kampus Rawan Jadi Sarang Radikalisme dan Lahirkan Teroris

Nasional
BPIP Siapkan Paskibraka Nasional untuk Harlah Pancasila 1 Juni

BPIP Siapkan Paskibraka Nasional untuk Harlah Pancasila 1 Juni

Nasional
Jaksa Agung Mutasi 78 Eselon II, Ada Kapuspenkum dan 16 Kajati

Jaksa Agung Mutasi 78 Eselon II, Ada Kapuspenkum dan 16 Kajati

Nasional
Hari Ke-14 Haji 2024: Sebanyak 90.132 Jemaah Tiba di Saudi, 11 Orang Wafat

Hari Ke-14 Haji 2024: Sebanyak 90.132 Jemaah Tiba di Saudi, 11 Orang Wafat

Nasional
Di Tengah Rakernas PDI-P, Jokowi Liburan ke Borobudur Bareng Anak-Cucu

Di Tengah Rakernas PDI-P, Jokowi Liburan ke Borobudur Bareng Anak-Cucu

Nasional
DPR Sampaikan Poin Penting dalam World Water Forum ke-10 di Bali

DPR Sampaikan Poin Penting dalam World Water Forum ke-10 di Bali

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com