Kompas.com - 23/12/2020, 22:06 WIB
Tangkapan layar laman prakerja.go.id prakerja.go.idTangkapan layar laman prakerja.go.id

KOMPAS.com – Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri menilai Program Kartu Prakerja efektif dan relevan untuk menjawab tantangan dunia kerja masa depan.

Pasalnya materi pelatihan yang ditawarkan Kartu Prakerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan selalu ada pemutakhiran.

“Dengan berjalannya waktu, ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan Program Kartu Prakerja, karena ada mekanisme pemilihan pelatihan oleh peserta lewat cara online,” kata Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Meski begitu, Yose mengakui awalnya ia tidak setuju adanya penyatuan program pelatihan tenaga kerja dengan bantuan sosial.

“Kalau disatukan, takutnya keterampilan jadi tidak dapat, bansos juga tidak dapat,” ungkapnya.

Selain itu, ia merasa ada beragam program pelatihan kerja yang sulit dijalankan secara online, misalnya pelatihan menjahit dan reparasi kendaraan bermotor.

Baca juga: Menko Airlangga Klaim Program Kartu Prakerja Tahun 2020 Telah Sukses

Nyatanya, selama masa pandemi sebagian besar peserta program Kartu Prakerja justru lebih banyak memilih pelatihan yang memang sesuai disampaikan secara online.

Pelatihan pemasaran digital dilakukan secara online bagus juga, bisa langsung praktek secara online. Lalu, pelatihan bahasa asing bisa dipelajari secara online, tidak perlu berhadap-hadapan (dengan instruktur),” paparnya.

Ia menegaskan, sejumlah materi pelatihan kerja amat baik disampaikan secara online dan mencegah penularan Covid-19. Selain itu, peserta dapat lebih interaktif dalam menjalani pelatihan.

Di samping itu, materi pelatihan online amat tinggi manfaatnya bagi peserta. Hal itu dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja terhadap penerima manfaat.

“Sebaiknya, nanti setelah pandemi berakhir perlu diperbanyak keterampilan yang membutuhkan praktek fisik,” katanya.

Persoalan ketenagakerjaan

Yose menjelaskan persoalan ketenagakerjaan dipicu dari dua sisi, yakni lemahnya permintaan tenaga kerja di Indonesia dan juga kualitas sumber daya manusia.

Rendahnya permintaan tenaga kerja di Indonesia itu terbukti dengan 60 persen tenaga kerja Indonesia bekerja pada sektor informal. Artinya, hanya 40 persen tenaga kerja yang bisa diserap pada sektor formal.

“Untuk menciptakan lapangan pekerjaan butuh investasi. Investasi yang masuk kebanyakan di sektor yang tidak memerlukan banyak tenaga kerja, seperti sektor pertambangan dan sektor kendaraan bermotor,” ujarnya.

Sementara itu, kualitas tenaga kerja Indonesia masih jauh dari kebutuhan pasar kerja. Pasalnya, sebagian besar tenaga kerja Indonesia hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar, sehingga kemampuan kognitif dan keterampilannya sangat rendah.

“Tidak matching antara supply dan demand. Ada missmatch di sana,” ujar dia.

Baca juga: Aftech Klaim Program Kartu Prakerja Mempercepat Inklusi Keuangan

Yose mengapresiasi adanya Undang-undang Cipta Kerja yang berusaha memperbaiki sisi demand, atau penyediaan lapangan pekerjaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Testing Sebanyak-banyaknya, Jangan Takut Kasus Covid-19 Terlihat Banyak

Menkes: Testing Sebanyak-banyaknya, Jangan Takut Kasus Covid-19 Terlihat Banyak

Nasional
Pemerintah Pastikan Transparansi Informasi soal Vaksin AstraZeneca

Pemerintah Pastikan Transparansi Informasi soal Vaksin AstraZeneca

Nasional
Satgas Covid-19: Pemudik Balik dari Daerah Zona Merah dan Oranye, Diminta Karantina Mandiri

Satgas Covid-19: Pemudik Balik dari Daerah Zona Merah dan Oranye, Diminta Karantina Mandiri

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong: Harga Vaksin, Tarif Penyuntikan, hingga Efikasi 78 Persen

Vaksinasi Gotong Royong: Harga Vaksin, Tarif Penyuntikan, hingga Efikasi 78 Persen

Nasional
Tuntutan Penjara terhadap Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Megamendung-Petamburan

Tuntutan Penjara terhadap Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Megamendung-Petamburan

Nasional
Saat Jokowi Tolak TWK Jadi Dasar Pemberhentian 75 Pegawai KPK...

Saat Jokowi Tolak TWK Jadi Dasar Pemberhentian 75 Pegawai KPK...

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Keterisian RS di Sumatera Relatif Tinggi

Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Keterisian RS di Sumatera Relatif Tinggi

Nasional
Respons Pimpinan, Dewas dan Pegawai KPK atas Sikap Jokowi soal Polemik TWK

Respons Pimpinan, Dewas dan Pegawai KPK atas Sikap Jokowi soal Polemik TWK

Nasional
Dilaporkan Para Pegawai KPK ke Dewan Pengawas, Ini Komentar Indriyanto

Dilaporkan Para Pegawai KPK ke Dewan Pengawas, Ini Komentar Indriyanto

Nasional
Hari Ini, Sidang Gugatan Praperadilan RJ Lino Digelar di PN Jakarta Selatan

Hari Ini, Sidang Gugatan Praperadilan RJ Lino Digelar di PN Jakarta Selatan

Nasional
Sikap Jokowi soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Tepat

Sikap Jokowi soal Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Dinilai Tepat

Nasional
Cek Kedisiplinan ASN Pasca-libur Lebaran, Sekjen Kemenkumham Lakukan Sidak

Cek Kedisiplinan ASN Pasca-libur Lebaran, Sekjen Kemenkumham Lakukan Sidak

Nasional
Saksi Cerita soal Transfer Uang ke Ajudan Juliari Batubara dan Pembayaran Sewa Pesawat

Saksi Cerita soal Transfer Uang ke Ajudan Juliari Batubara dan Pembayaran Sewa Pesawat

Nasional
Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Saksi Ungkap Lakukan Demo Tolak Omnibus Law Bukan karena Tweet Jumhur Hidayat

Nasional
ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

ICW Sebut Ada Upaya Peretasan dalam Konferensi Pers soal Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X