Kompas.com - 18/12/2020, 15:56 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria telah selesai memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait pelanggaran protokol kesehatan di acara pimpinan ormas Rizieq Shihab. Pemeriksaan itu berlangsung di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiWakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria telah selesai memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait pelanggaran protokol kesehatan di acara pimpinan ormas Rizieq Shihab. Pemeriksaan itu berlangsung di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, kelompok masyarakat yang tinggal di permukiman padat penduduk dan kumuh menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Riza, kelompok masyarakat di permukiman padat penduduk yang tergolong kelas bawah rentan terpapar Covid-19.

Sebab, mereka cenderung tidak memiliki pengetahuan utuh tentang pencegahan Covid-19.

"Kelompok masyarakat padat dan kumuh di Jakarta itu yang jadi perhatian kita. Rata-rata ya karena mungkin pendidikan dan pemahamannya kurang," kata Riza dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: UPDATE: Bertambah 6.689, Kini Ada 650.197 Kasus Covid-19 di Indonesia

Selain itu, kerentanan terhadap paparan Covid-19 juga disebabkan desakan kebutuhan hidup sehari-hari.

Riza mengatakan, kelompok masyarakat kelas bawah harus bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau tidak kerja, tidak keluar rumah, tidak ada uang untuk makan, ya meninggal. Jadi karena Covid-19 meninggal, tidak kerja juga meninggal. Ini juga tantangan kami di DKI Jakarta," ujarnya.

Menurut dia, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi sebagian besar masyarakat Ibu Kota kelas menengah ke atas. Riza menyebut mereka patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: Satgas: Angka Kasus Aktif Covid-19 Meningkat Cukup Tinggi Beberapa Minggu Ini

Riza pun mengaku bersyukur karena DKI Jakarta memiliki berbagai fasilitas memadai dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Kami bersyukur karena DKI Jakarta ini ibu kota, banyak fasilitas, media, banyak orang-orang pintar, sehingga masyarakat Jakarta umumnya banyak yang lebih patuh," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

Nasional
BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

Nasional
Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Nasional
Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.