Kompas.com - 18/12/2020, 13:19 WIB
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/1/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariPlt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno berpendapat, munculnya nama Taj Yasin menjadi calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Muktmar IX tidak bisa dianggap enteng. 

Selain saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj juga diketahui merupakan cucu almarhum KH Maimoen Zubair yang merupakan tokoh PPP dan Nahdlatul Ulama.

Dua modal ini, menurut Adi, menjadikan Taj juga memiliki basis massa yang relatif kuat.

"Taj Yasin ini kan memiliki warisan aura kharismatik Mbah Moen (Maimoen Zubair) beliau ini secara tradisional memang relatif masih kuat di bawah," kata Adi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Mengenal Taj Yasin, Putra KH Maimoen Zubair yang Jadi Kandidat Ketum PPP

Menurut Adi, portofolio Partai Persatuan Pembangunan akan berubah jika Taj Yasin terpilih menjadi Ketua Umum PPP.

Ia menilai, PPP tidak lagi menggunakan langgam politik tradisional Islam tapi bisa lebih sedikit modern.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, Taj Yasin, menurut Adi, adalah politisi yang merangkak naik di ranah politik nasional.

Selain itu, arah politik ke depan juga ditentukan oleh generasi milenial yang pada tahun 2024 nanti diperkirakan lebih dari 77 juta orang yang akan memilih.

"Jadi profiling dan portofolio politiknya tentu akan berubah ketika yang menang ini Taj Yasin, karena style-nya yang masih muda kira-kira begitu," kata Adi.

Baca juga: Secara Struktural, Suharso Monoarfa Dinilai Lebih Unggul Jadi Calon Ketua Umum PPP

Suharso lebih unggul

Kendati demikian, pesaing Taj yakni Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa dinilai lebih unggul dalam pertarungan calon ketua umum PPP.

Menurut dia, Suharso memiliki sejumlah modal untuk menjadi pemimpin PPP.

"Publik melihatnya Suharso sebagai Plt Ketum, petahana, yang secara struktural tentu penetrasi dia cukup kuat terutama kepada mereka di bawah yang punya suara saat pemilihan Ketum," ucap Adi.

Selain itu, Suharso yang juga merupakan Kepala Bappenas memiliki kedekatan dengan lingkungan Istana serta Presiden Joko Widodo.

"Dua modal sosial politik yang susah untuk dibantah bahwa Suharso ini relatif diunggulkan dalam konteks pemilihan PPP saat ini," imbuhnya.

Baca juga: Adu Kuat Taj Yasin dan Suharso Monoarfa, Siapa Berpeluang Jadi Ketum PPP?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.