Survei SMRC: 24 Persen Warga Tak Mencoblos di Pilkada, Sebagian Khawatir Tertular Covid-19

Kompas.com - 17/12/2020, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei lembaga penelitian Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menemukan, 24 persen responden tidak menggunakan hak pilih mereka di hari pencoblosan Pilkada, 9 Desember 2020. Sementara, yang menggunakan hak pilih sebesar 76 persen.

Mereka yang memutuskan tidak menggunakan hak pilih punya sejumlah alasan. Di antaranya, khawatir terhadap penularan Covid-19.

"Yang takut corona maka tidak ikut memilih itu hanya sekitar 6 persen dari populasi pemilih di daerah Pilkada ini," kata Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad, dalam rilis survei secara virtual, Kamis (17/12/2020).

Saidiman merinci, dari 24 persen responden yang tidak ikut memilih, 47 persen di antaranya beralasan sedang di luar kota. Sementara, yang mengaku khawatir tertular atau menularkan virus corona sebesar 24 persen.

Baca juga: Survei SMRC: Partisipasi Masyarakat di Pilkada 2020 Tinggi Meski di Tengah Pandemi

Sisanya, 4 persen responden tidak memilih karena menilai calon tidak meyakinkan, 3 persen responden sakit, dan 2 persen menganggap Pilkada tidak penting.

Saat ditanya tentang kekhawatiran terhadap penularan Covid-19 saat pencoblosan Pilkada, yang menyatakan sangat dan cukup khawatir sebanyak 72 persen.

Responden yang menyatakan kurang khawatir 12 persen, dan yang mengaku tidak khawatir 14 persen.

Meski tingkat kekhawatiran warga pada penularan virus corona cukup tinggi, kata Saidiman, mereka percaya bahwa pemilih akan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat pemungutan suara (TPS).

Baca juga: Bawaslu Temukan 1.056 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN pada Pilkada

Namun, mereka yang punya kekhawatiran tinggi umumnya memilih tak datang saat hari pemungutan suara.

"Tingkat partisipasi nampak berhubungan dengan kekhawatiran terhadap Covid-19. Semakin khawatir warga tertular Covid-19, semakin rendah partisipasinya," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

110 TKA China Disebut Masuk Indonesia di Hari Pertama Lebaran, KSPI: Keadilan Tidak Ada

110 TKA China Disebut Masuk Indonesia di Hari Pertama Lebaran, KSPI: Keadilan Tidak Ada

Nasional
Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara

Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara

Nasional
Guru Besar FH UGM Sebut Ada Pertentangan Hukum dalam TWK Pegawai KPK

Guru Besar FH UGM Sebut Ada Pertentangan Hukum dalam TWK Pegawai KPK

Nasional
Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemprov Jabar Diminta Perbanyak Tes Covid-19

Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemprov Jabar Diminta Perbanyak Tes Covid-19

Nasional
Kecam Serangan Israel, Ketua DPR Serukan Pemberian Bantuan untuk Palestina

Kecam Serangan Israel, Ketua DPR Serukan Pemberian Bantuan untuk Palestina

Nasional
Tragedi Kerusuhan Mei 1998, Kisah Pilu Maria Sanu...

Tragedi Kerusuhan Mei 1998, Kisah Pilu Maria Sanu...

Nasional
Hari Ini, 3,6 Juta Orang Diperkirakan Balik dari Mudik, Ini Skenario Cegah Lonjakan Angka Covid-19

Hari Ini, 3,6 Juta Orang Diperkirakan Balik dari Mudik, Ini Skenario Cegah Lonjakan Angka Covid-19

Nasional
Buntut Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika

Buntut Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika

Nasional
Belum Ada Keputusan soal 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK, KPK: Seluruh Pegawai Aset Lembaga

Belum Ada Keputusan soal 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK, KPK: Seluruh Pegawai Aset Lembaga

Nasional
KPK Sebut Pembebastugasan 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK Tak Akan Ganggu Kinerja

KPK Sebut Pembebastugasan 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK Tak Akan Ganggu Kinerja

Nasional
Tambah 5 di 3 Negera, Total 4.601 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Tambah 5 di 3 Negera, Total 4.601 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Jokowi: Agresi Israel terhadap Palestina Harus Dihentikan

Jokowi: Agresi Israel terhadap Palestina Harus Dihentikan

Nasional
Kasus Covid-19 Terus Bertambah dan Antisipasi Penularan Corona Saat Arus Balik

Kasus Covid-19 Terus Bertambah dan Antisipasi Penularan Corona Saat Arus Balik

Nasional
Kecam Agresi Militer Israel, Jokowi Bahas Nasib Palestina Bersama Pemimpin Sejumlah Negara

Kecam Agresi Militer Israel, Jokowi Bahas Nasib Palestina Bersama Pemimpin Sejumlah Negara

Nasional
Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X