Kompas.com - 17/12/2020, 12:43 WIB
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. KOMPAS.COM/FARIDAAdegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), sebut saja X (bukan nama sebenarnya), yang ikut dalam rombongan mengawal Rizieq Shihab membantah terjadi baku tembak di Tol Jakarta-Cikampek.

Pernyataan ini disampaikan X dalam tayangan "Mata Najwa", Kamis (17/12/2020). Kompas.com telah mendapatkan izin Najwa Shihab untuk mengutip tayangan itu.

"Dan untuk baku tembak di tol enggak ada," kata X.

Baca juga: Begini Kesaksian Laskar FPI yang Ada dalam Rombongan Rizieq Shihab Saat Bentrok dengan Polisi

X sekaligus mengatakan, laskar FPI tidak memiliki senjata api maupun senjata tajam seperti yang dituduhkan polisi.

Menurut X, pihaknya tidak melakukan provokasi saat kejadian.

"Di FPI itu enggak ada, bukan punya kita (senjata) dan itu fitnah," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada hari itu, menurut X, ia dan anggota laskar lainnya ditugaskan untuk mengawal Rizieq yang memiliki jadwal pengajian keluarga di suatu tempat.

Saat rombongan Rizieq dan laskar pengawalnya keluar dari kompleks Sentul, tiga mobil yang dicurigai mengikuti. Mobil pengintai itu disebut ingin mendekati mobil Rizieq.

Baca juga: Periksa Dokter dari Polri, Komnas HAM Dalami Proses Otopsi 6 Jenazah Laskar FPI

Ia pun mengaku sempat menghampiri mobil yang mencurigakan itu dan meminta agar menjauhi mobil Rizieq.

Akan tetapi, mobil-mobil yang dicurigai itu kembali muncul saat rombongan ingin keluar di pintu tol Karawang Timur.

"Kami alihkan sehingga mereka enggak bisa ikuti rute yang Habibana tuju," ucapnya.

Mobil pengintai pun terpancing untuk mengikuti kendaraan anggota laskar FPI yang berputar-putar di daerah Karawang menuju pintu tol Karawang Barat.

Baca juga: Polisi Ungkap Alasan Tak Borgol 4 Laskar FPI yang Ditembak di Mobil

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapkan Anggaran Rp 1,3 Triliun, Jokowi Minta Limbah Medis Segera Dimusnahkan

Siapkan Anggaran Rp 1,3 Triliun, Jokowi Minta Limbah Medis Segera Dimusnahkan

Nasional
Panglima TNI Minta Danlanud dan Dansatpom JA Dimara Merauke Dicopot

Panglima TNI Minta Danlanud dan Dansatpom JA Dimara Merauke Dicopot

Nasional
Waketum PAN Minta Fasilitas Isoman DPR di Hotel Dibatalkan

Waketum PAN Minta Fasilitas Isoman DPR di Hotel Dibatalkan

Nasional
Jaksa Tuntut Hak Politik Juliari Batubara Dicabut 4 Tahun

Jaksa Tuntut Hak Politik Juliari Batubara Dicabut 4 Tahun

Nasional
Fasilitas Isoman DPR di Hotel Berbintang Dinilai Bisa Timbulkan Kecemburuan Sosial

Fasilitas Isoman DPR di Hotel Berbintang Dinilai Bisa Timbulkan Kecemburuan Sosial

Nasional
Menteri LHK: Limbah Medis Covid-19 Tak Boleh Dibuang ke TPA, Bisa Kena Sanksi

Menteri LHK: Limbah Medis Covid-19 Tak Boleh Dibuang ke TPA, Bisa Kena Sanksi

Nasional
Ketua Satgas: PPKM Mikro Ujung Tombak Pengendalian Covid-19

Ketua Satgas: PPKM Mikro Ujung Tombak Pengendalian Covid-19

Nasional
Menko Polhukam Ingatkan Prajurit TNI Harus Bersikap Humanis kepada Masyarakat

Menko Polhukam Ingatkan Prajurit TNI Harus Bersikap Humanis kepada Masyarakat

Nasional
Kemenag Bahas Surat Edaran Kebijakan Umrah Arab Saudi dengan Instansi Lain

Kemenag Bahas Surat Edaran Kebijakan Umrah Arab Saudi dengan Instansi Lain

Nasional
Ketua DPR: Kekerasan Aparat terhadap Rakyat Tak Boleh Dibenarkan

Ketua DPR: Kekerasan Aparat terhadap Rakyat Tak Boleh Dibenarkan

Nasional
Kasus Korupsi Bansos, Juliari Juga Dituntut Ganti Kerugian Negara Rp 14,597 Miliar

Kasus Korupsi Bansos, Juliari Juga Dituntut Ganti Kerugian Negara Rp 14,597 Miliar

Nasional
Sayangkan Vandalisme Baliho Puan, Wakil Ketua DPR Serahkan ke Penegak Hukum

Sayangkan Vandalisme Baliho Puan, Wakil Ketua DPR Serahkan ke Penegak Hukum

Nasional
Menurut WHO, Ini Bedanya Varian Delta dengan Delta Plus

Menurut WHO, Ini Bedanya Varian Delta dengan Delta Plus

Nasional
Menteri LHK: Pemerintah Daerah Jangan Lengah Soal Limbah Medis Covid-19

Menteri LHK: Pemerintah Daerah Jangan Lengah Soal Limbah Medis Covid-19

Nasional
Epidemiolog Sebut Rendahnya Testing Covid-19 Berdampak ada Peningkatan Kasus Kematian

Epidemiolog Sebut Rendahnya Testing Covid-19 Berdampak ada Peningkatan Kasus Kematian

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X